Polda Sumut telusuri polisi yang pukul dan tendang operator warnet
Disebut-sebut, siswa sekolah itu merupakan putra dari petugas kepolisian tersebut.
Polda Sumut masih menyelidiki kekerasan yang dilakukan anggota kepolisian terhadap petugas warnet di Medan. Mereka masih mengidentifikasi orang dengan seragam kepolisian yang melakukan kekerasan itu.
"Kejadian dalam rekaman itu masih diselidiki. Kita juga sedang identifikasi siapa sebenarnya oknum Polri yang ada di rekaman tersebut," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, Kamis (4/8).
Sejumlah informasi sudah masuk terkait kejadian itu. Di antaranya ada yang menyebut bahwa siswa sekolah itu merupakan putra dari petugas kepolisian yang melakukan aksi kekerasan itu. "Tapi kita belum bisa pastikan. Saya dapat infonya dari rekan wartawan. Kita masih selidiki dan mencoba mengidentifikasi," jelas Rina.
Seperti diberitakan, seorang polisi terekam kamera pengintai melakukan penganiayaan terhadap operator warung internet (warnet). Tak hanya memukul, petugas tersebut juga menendang. Sedangkan rekannya hanya melihat dan sesekali mencoba melerai.
Kejadian itu terekam dalam video berdurasi 2 menit 22 detik, yang diunggah oleh Muhammad Prasetyo Wibowo sekaligus pemilik warnet Bloody di Jl Menteng Raya, Medan, tersebut ke media sosial, Kamis (4/8). Dia menyesalkan tindakan aparat yang main hakim sendiri terhadap anak buahnya.
Baca juga:
Beredar video polisi pukul dan tendang operator warnet
2 Tersangka mutilasi anggota DPRD Lampung diringkus, 1 anggota Polri
Pembelaan polisi di Medan usai dituduh aniaya & paksa oral seks
Derita perempuan anak nelayan dipaksa oral seks 2 polisi
Polda Sumut akan tindak polisi diduga aniaya & paksa oral seks
Dipaksa oral seks 2 polisi, wanita ini heran laporannya cuma aniaya
Perempuan dipaksa oral seks 2 polisi diperbolehkan buat laporan baru