LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Polda Sumsel akan Kerahkan 1.600 Personel Saat PSBB di Palembang dan Prabumulih

Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menyiagakan 1.600 personel dalam pengamanan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Palembang dan Prabumulih. Jaring pengaman sosial juga disiapkan untuk mencegah terjadinya gejolak di masyarakat yang terdampak Covid-19.

2020-05-13 19:32:32
PSBB
Advertisement

Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menyiagakan 1.600 personel dalam pengamanan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Palembang dan Prabumulih. Jaring pengaman sosial juga disiapkan untuk mencegah terjadinya gejolak di masyarakat yang terdampak Covid-19.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri mengatakan, personel itu di antaranya 1.000 personel disiagakan di Palembang dan 600 petugas di Prabumulih. Petugas pengamanan juga nantinya dibantu TNI dari Kodam II Sriwijaya yang turut bersiaga.

"Ada 1.600 personel disiagakan. Jika diperlukan bantuan tambahan akan dibantu personel dari Polda Sumsel," ungkap Eko, Rabu (13/5).

Advertisement

Pihaknya siap menjalankan peraturan Wali Kota (Perwali) yang tengah disiapkan dia daerah itu, termasuk sepakat dengan saran Gubernur Sumsel Herman Deru terkait sanksi bagi pelanggar yang masuk dalam tindak pidana ringan dan sidang di tempat.

"Kami siap mengamankan PSBB dan meminimalisir terjadinya pelanggaran," kata dia.

Wali Kota Palembang Harnojoyo menyebut telah menyiapkan anggaran Rp200 miliar dalam penanganan Covid-19. Dari total anggaran itu akan dialokasi dalam program jaring pengaman sosial sebesar Rp54 miliar bagi 49 ribu kepala keluarga dan 33 ribu keluarga miskin baru.

Advertisement

"Kami juga berencana menambah anggaran menjadi Rp480 miliar. Tapi tergantung dengan pendapatan daerah," ujarnya.

Senada disampaikan Wali Kota Prabumulih Ridho Yahya. Menurut dia, di kotanya ada 34.750 KK yang menerima bansos berupa beras 20 kg, dua dus mi instan, dan sebotol kecap.

"Selain bansos, kami akan masifkan pelacakan pasien melalui rapid test. Jika dua kali positif lewat rapid test akan diuji swab, itu langkah kami mencegah penyebaran," terangnya.

Diketahui, PSBB Palembang dan Prabumulih disetujui Kementerian Kesehatan dan akan diterapkan paling lambat H+2 Idul Fitri. Kedua daerah itu tengah membuat Perwali dan nantinya disosialisasikan beberapa hari sebelum PSBB diterapkan.

Baca juga:
Epidemiologist: Pelonggaran PSBB Berpotensi Memperpanjang Wabah Covid-19
Volume Kendaraan Pribadi di Jalanan Ibu Kota Kembali Meningkat
Belum Berencana Ajukan PSBB, Pemda DIY Pertahankan Status Tanggap Darurat
Warga Bekasi yang Langgar PSBB Bakal Didenda Sampai Rp400 Ribu
Pemkot Bekasi Rancang Denda Uang untuk Pelanggar PSBB
PSBB di Palembang dan Prabumulih Digelar Usai Lebaran

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.