Polda Riau sebut Provos 'merampok' PNS hanya salah paham
Awalnya Bripka Erik membantu Riati untuk memarkirkan mobilnya, karena tidak ada petugas parkir di kawasan tersebut.
Aksi Bripka Erik yang diteriaki rampok oleh Riati, salah seorang PNS di Dinas Kesehatan Propinsi Riau, didalami Propam Polda Riau, terkait penggunaan senjata api. Hingga meletus dan mengenai paha dan tembus ke jarinya.
Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki peristiwa dugaan salah pengertian antara Bripka Erik dengan Riati tersebut.
"Saat ini, kami tengah menyelidikinya. Dugaan merampok itu tipis, sebab Bripka Erik, hampir setiap hari datang ke tempat tersebut untuk menjemput kakaknya yang juga bekerja dengan Riati di Dinas kesehatan Propinsi Riau. Teman-teman kakaknya pun banyak yang kenal dengan Bripka Erik," ujar Guntur.
Menurut Guntur, awalnya Bripka Erik membantu Riati untuk memarkirkan mobilnya, karena tidak ada petugas parkir di kawasan tersebut. Namun, karena Riati melihat ada pistol di saku celana Bripka Erik, Riati teriak rampok.
"Saat itu suasana sepi, Bripka Erik yang diteriaki rampok langsung mencoba menenangkan Riati. Bripka Erik kemudian menunjukkan pistolnya kemudian mengatakan dia bukan perampok, melainkan mengatakan bahwa dia seorang polisi agar Riati tidak panik," terang Guntur.
Namun, saat menunjukkan pistolnya, kata Guntur, Riati mencoba merebut pistol Bripka Erik. "Bripka Erik mempertahankan pistolnya agar tidak direbut oleh Riati, namun meletus dan terkena paha Bripka Erik," jelas Guntur.
Bripka Erik pun dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan intensif.(mdk/hhw)