Polda Metro tegaskan tak ada polisi korban siram air keras Jakmania
Menurut Awi, luka yang diterima rekannya tersebut karena kekerasan benda tumpul.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiono menepis kabar soal Brigadir Hanafi terluka akibat disiram air keras oleh kelompok Jackmania dalam bentrokan yang terjadi pada Jumat (26/6) malam. Menurut Awi, luka yang diterima rekannya tersebut karena kekerasan benda tumpul.
"Enggak ada. Hanafi itu memang murni kekerasan benda tumpul, sobek terbuka di kepala, di dagu retak, pelipis kanan kiri retak, mata ada pukulan tumpul. Yang bersangkutan tertindih pagar batas masuk gate," kata Awi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (26/6).
Awi mengatakan, saat kejadian Brigadir Hanafi tengah berjaga di pintu tujuh keluar stadion GBK. Diperkirakan saat bentrokan pecah Brigadir Hanafi tak sadar terpisah dengan rekannya.
"Hanafi di gate luar. Cuma yang bersangkutan terpisah dengan teman-temannya. Dia tidak sadar terpisah. Waktu kita bubarkan massa keluar dari Gelora Bung Karno, waktu itu dia ditimpukin massa pas berhamburan ke luar gate 7," kata Awi.
Diketahui, selain Brigadir Hanafi, tiga orang anggota polisi lainnya mengalami luka akibat bentrok dengan kelompok Jackmania di stadion utama Glora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Mereka adalah Brigadir Supriadi, Brigadir Wawan Chandra, dan Aiptu Muhtadi tengah menjalani perawatan di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur.
Baca juga:
Empat rekan terluka, polisi sempat ancam balas dendam ke Jackmania
Toko Jakmania diserang, Ketua RT harap tak ada pemuda nongkrong lagi
Misteri penyerangan distro Jakmania oleh kelompok bersenpi
Mau sweeping Jakmania, 15 polisi diamankan
Kombes Krishna: Kami akan kejar kemanapun para pelaku kerusuhan GBK
Sering bikin rusuh, haruskah suporter bola dilarang nonton timnya?
Selain Rawasari, Distro Jakmania di Utan Kayu juga diserang