Polda Metro belum dapat info soal aksi 287 digelar GNPF
Polda Metro belum dapat info soal aksi 287 digelar GNPF. "Polres belum terima laporan dari peserta aksi. Baru selebaran. Tetapi kita sudah monitoring medsos. Kan di medsos sudah banyak."
Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI klaim akan menggelar aksi 287 di Jakarta menuntut dibatalkannya Perppu Ormas. Tak hanya GNPF, beberapa ormas lainnya klaim juga akan turut serta dalam aksi tersebut.
Namun, Polda Metro Jaya mengaku belum mendapat laporan akan adanya aksi. "Kita belum dapat informasi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (24/7).
Argo mengatakan belum bisa mengeluarkan imbauan lantaran laporan aksi yang akan digelar pada Jumat (28/7) mendatang belum dikantongi Polda Metro.
"Kan informasinya belum ada," tandasnya.
Sebelumnya, Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Asep Guntur Rahayu mengatakan sampai hari ini Minggu (23/7) belum mendapatkan laporan dari pihak Koordinator Lapangan (Korlap) aksi tersebut. Untuk titik kumpul dalam aksi itu sendiri berada di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, seperti aksi-aksi sebelumnya.
"Polda ditembus ke Polres. Seminggu sebelumnya kasih tahu. Mungkin Senin dari Polda," kata Guntur saat dikonfirmasi, Jakarta, Minggu (23/7).
"Polres belum terima laporan dari peserta aksi. Baru selebaran. Tetapi kita sudah monitoring medsos. Kan di medsos sudah banyak."
Akan adanya aksi diungkap Tim Kuasa Hukum GNPF, Kapitra Ampera. Menurut Kapitra Perppu Ormas itu sendiri tidak tepat untuk dilakukan oleh pemerintah. Untuk titik kumpul aksi 287 itu sendiri berada di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.
"Iya benar. Aksi itu dilatarbelakangi oleh penerbitan Perppu Ormas. Selain itu karena pembubaran HTI," kata Kapitra saat dikonfirmasi, Jakarta, Minggu (23/7).(mdk/rhm)