Polda Kepri Catat Penurunan Angka Kecelakaan Signifikan Selama Operasi Zebra Seligi 2025
Polda Kepri berhasil mencatat penurunan angka kecelakaan lalu lintas yang signifikan selama pelaksanaan Operasi Zebra Seligi 2025, menunjukkan efektivitas strategi baru.
Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) merilis hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan Operasi Zebra Seligi 2025 yang menunjukkan kabar baik. Angka kejadian kecelakaan lalu lintas selama operasi berlangsung mengalami penurunan drastis dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kepri Kombes Pol. Andhika Bayu Adhitama mengonfirmasi bahwa Operasi Zebra 2025 jauh lebih baik. Penurunan ini terlihat dari jumlah kejadian kecelakaan, korban luka ringan, luka berat, hingga korban meninggal dunia.
Operasi Zebra Seligi 2025 ini dilaksanakan selama 14 hari, dimulai dari tanggal 17 November dan berakhir pada 30 November 2025. Keberhasilan ini menjadi indikator positif dalam upaya menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih aman dan tertib di wilayah Kepulauan Riau.
Data Penurunan Angka Kecelakaan Lalu Lintas
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) Operasi Zebra Seligi 2025, tercatat jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas sebanyak 10 kejadian. Dari jumlah tersebut, terdapat delapan orang korban luka ringan, tiga orang luka berat, dan satu orang meninggal dunia.
Angka ini menunjukkan penurunan yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2024. Pada periode yang sama di tahun sebelumnya, terjadi 38 kejadian kecelakaan lalu lintas dengan 40 korban luka ringan, 15 korban luka berat, dan empat jiwa meninggal dunia.
Kombes Pol. Andhika Bayu Adhitama menegaskan, "Berarti selama pelaksanaan Operasi Zebra Seligi 2025 jumlah kecelakaan lalu lintas turun 28 kejadian dibanding 2024." Penurunan ini mencerminkan efektivitas strategi yang diterapkan dalam operasi tahun ini.
Strategi Penegakan Hukum dan Edukasi dalam Operasi Zebra Seligi 2025
Dalam pelaksanaan Operasi Zebra Seligi 2025, Polda Kepri mengedepankan pendekatan sosialisasi dan edukasi. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di kalangan masyarakat secara berkelanjutan.
Selain itu, penegakan hukum juga dimaksimalkan dengan penggunaan tilang elektronik (ETLE) mobile dan teguran bagi pelanggar lalu lintas. Pendekatan ini menjadi pembeda utama dibandingkan tahun sebelumnya yang masih banyak mengandalkan tilang manual.
Kombes Pol. Andhika Bayu Adhitama menyatakan, "Tahun 2025 ini kami memaksimalkan tilang secara elektronik mobile, dibanding tahun 2024 hanya tilang manual saja." Selama operasi, sebanyak 215 pelanggaran ditindak secara ETLE mobile, sementara tilang manual mencatat 519 pelanggar, menunjukkan pergeseran fokus penindakan.
Peran Operasi Zebra dalam Cipta Kondisi Menjelang Akhir Tahun
Operasi Zebra Seligi 2025 memiliki peran strategis sebagai bagian dari rangkaian kegiatan cipta kondisi. Operasi ini diselenggarakan menjelang Operasi Lilin Seligi 2025, yang akan mengamankan Natal dan Tahun Baru 2026.
Tujuan utamanya adalah membangun budaya berlalu lintas yang lebih baik serta meningkatkan kualitas pelayanan polisi terhadap masyarakat. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta ruang publik yang aman dan tertib di seluruh wilayah Kepulauan Riau.
Setelah sukses dengan Operasi Zebra Seligi, Polda Kepri kini bersiap untuk Operasi Lilin Seligi 2025. Operasi pengamanan ini dijadwalkan akan dilaksanakan H-3 menjelang Natal hingga H+3 setelah Tahun Baru, memastikan kelancaran dan keamanan selama periode liburan.
Sumber: AntaraNews