Polda Jabar Siapkan Helikopter dan Sebar 32.862 Personel Pantau Jalur Mudik
Polda Jawa Barat pun menyiapkan helikopter untuk mengevakuasi pemudik yang memerlukan tindakan medis secara cepat. Penggunaan helikopter dinilai efektif mengatasi penanganan sekaligus menghindari kemacetan.
Polda Jabar menyiapkan 32.862 personel gabungan dalam operasi ketupat 2019. Puluhan pospam serta helikopter disiapkan untuk mengevakuasi pemudik yang mengalami masalah. Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufariadi menjelaskan, jumlah itu terdiri dari 18.932 personel Polri, 3.624 anggota TNI, sisanya dari instansi terkait termasuk bantuan masyarakat. Operasi ketupat berlaku selama 14 hari.
"Semuanya sudah siap, sudah bersinergi," katanya saat ditemui usai gelar pasukan di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (28/5/2019).
Rudy memastikan sudah melakukan persiapan dengan memeriksa jalur mudik. Beberapa pos pengamanan dan pos terpadu di jalur-jalur mudik sudah terpasang. Sedikitnya ada 278 pos keamanan kemudian 35 pos pelayanan.
Polda Jawa Barat pun menyiapkan helikopter untuk mengevakuasi pemudik yang memerlukan tindakan medis secara cepat. Penggunaan helikopter dinilai efektif mengatasi penanganan sekaligus menghindari kemacetan.
"Ada (helikopter) yang Polda dan Polri. Helikopter akan siaga bagi pemudik yang sakit saat terjebak kemacetan," ucapnya.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian dalam amanatnya menyatakan, Operasi Ketupat Lodaya tahun ini memiliki karakteristik khas dibanding dengan operasi tahun sebelumnya. Pasalnya bersamaan dengan proses tahapan Pemilu 2019, sehingga menurut Tito potensi kerawanannya semakin kompleks.
Berbagai hal yang bisa mengganggu stabilitas kamtibmas dan perlu diantisipasi secara optimal di antaranya, seperti aksi serangan teror, berbagai kejahatan yang meresahkan masyarakat, seperti pencurian, perampokan, penjambretan, begal, dan premanisme, aksi intoleransi, gangguan keselamatan transportasi darat, laut, dan udara, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok dan potensi bencana alam.
Operasi Ketupat Lodaya 2019 akan diselenggarakan di 34 polda dengan 11 polda prioritas, termasuk Polda Jabar. Sementara jumlah personel yang diterjunkan sebanyak 160.335 personel gabungan, terdiri dari 93.598 personel Polri, 13.131 personel TNI, 18.906 personel kementerian dan dinas terkait, 11.720 personel Satpol PP, 6.911 personel Pramuka, dan 6.076 personel ormas.
Mereka akan diterjunkan di 2.488 pos pengamanan, 764 pos pelayanan, 74 pos terpadu, dan 12 lokasi cek poin. Sementara obyek pengamanan berupa 898 terminal, 379 stasiun kereta api, 592 pelabuhan, 212 bandara, 3.097 pusat perbelanjaan, 77.217 masjid, dan 3.530 objek wisata.
Di Jawa Barat sendiri akan ada tiga pos pengamanan terpadu yakni di Cikopo, Palimanan, dan Limbangan.
Ingin Zero Accident
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum berharap angka kecelakaan dalam mudik tahun ini bisa ditekan. Ia mengimbau kepada pemudik aktif meningkatkan faktor keselamatan dalam berkendara. Dalam perjalanan mudik para pengemudi harus memastikan kondisi fisik dalam keadaan baik. Selain itu, memperhatikan kelaikan kendaraannya.
"Kalau kendaraan kondisinya sudah lama tetapi kalau dirawat dengan baik, remnya berfungsi dengan hebat, dan hal lain. Maka itu akan meminimalkan kecelakaan," imbuhnya.
"Yang paling utama adalah keselamatan dan kecelakaan yang harus diminimalkan, kalau bisa zero (accident)," ujarnya.
Sementara itu, terkait pengamanan untuk arus mudik dan Lebaran, Uu menjelaskan bahwa Pemprov Jabar menerjunkan personel gabungan dari Dinas Perhubungan dan dinas terkait lainnya. Diharapkan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan nyaman dan aman.
Baca juga:
H-8 Lebaran, Jalur Limbangan-Malangbong Macet Parah
Polisi Bakal Turunkan Pemudik Berbonceng Tiga atau Menumpuk di Mobil Bak
Sambut Pemudik, Pemkot Solo Gelar Opera Kolosal
Akses ke Gambir Macet Imbas Penutupan Jalan, 12 Kereta Api Berhenti di Jatinegara
Persiapan Pertamina Penuhi Kebutuhan BBM Saat Mudik
Puncak Arus Mudik di Tol Cikampek Diprediksi pada 31 Mei