LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Polda Jabar Buru Inisiator Viral Video Deklarasi Tentara Tuhan di Bandung Barat

Sementara itu, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) KBB Jaja mengaku sudah menemui para deklarator, dan mencoba untuk memanggil Erwan Saad.

2021-01-06 15:26:12
Video Viral
Advertisement

Polda Jawa Barat memburu inisiator video viral deklarasi Tentara Tuhan yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Video deklarasi berdurasi 2 menit 51 detik itu terlihat di sebuah sebuah tempat ibadah di Kampung Sasak Bubur RT 04 RW 03 Desa Mekarmukti Kecamatan Cihampelas, KBB.

Kabid Humas Polda Jabar, Erdi A. Chaniago memastikan warga yang ikut deklarasi tidak mengerti apa yang disampaikan hingga memutuskan untuk membuat video klarifikasi.

"Untuk ustaz-nya tersebut, sampai sekarang sedang kita cari untuk mintai keterangan mengapa yang bersangkutan melakukan seperti itu," kata dia saat dikonfirmasi, Rabu (6/1).

Advertisement

Sementara itu, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) KBB Jaja mengaku sudah menemui para deklarator, dan mencoba untuk memanggil Erwan Saad.

"Untuk menyimpulkan apakah ini aliran menyimpang atau bagaimana, kami akan kembali melakukan pendalaman dengan menggandeng MUI dan FKUB," kata Jaja.

Sebelumnya, salah seorang warga setempat, Ade Ali Syarifuddin mengatakan deklarasi itu dilakukan seusai salat Jumat awal tahu 2021. Erwan Sa'ad yang saat itu menjadi imam salat meminta seluruh jemaah untuk tidak membubarkan diri.

Advertisement

"Dia bilang nanti akan dijelaskan. Kemudian dia buka kertas langsung mendeklarasikan itu," kata Ali, Rabu (6/1).

Tahu video itu viral di media sosial, warga pun memutuskan membuat video menolak dan membatalkan deklarasi sekaligus meminta Erwan segera bertanggungjawab dengan cara menjelaskan perihal deklarasi tersebut.

"Dia yang bilang dia bertanggung jawab. Tapi belum datang ke sini. Kalau dia tidak sadar ya langsung minta maaf ke jemaah, warga dan pemerintah," terang dia.

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.