LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Polda DIY usut tulisan provokatif ancam Sultan di UIN Sunan Kalijaga

Tulisan provokatif bernada menghina Sultan ini dituliskan dengan menggunakan cat semprot di tembok kampus UIN Sunan Kalijaga maupun di baliho komersial yang ada di pertigaan UIN Sunan Kalijaga.

2018-05-02 14:27:46
Demo
Advertisement

Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri akan mengusut munculnya tulisan provokatif bernada penghinaan kepada Gubernur DIY yang juga Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, dalam aksi demonstrasi di Pertigaan UIN Sunan Kalijaga, Selasa (1/5) kemarin. Tulisan provokatif bernada menghina Sultan ini dituliskan dengan menggunakan cat semprot di tembok kampus UIN Sunan Kalijaga maupun di baliho komersial yang ada di pertigaan UIN Sunan Kalijaga.

"Tulisan provokatif akan kita pertanyakan. Aksi buruh kok larinya ke sana. Ini aksi buruh melenceng dari aksi buruh lainnya," ujar Dofiri di Mapolda DIY, Rabu (2/5).

Dofiri mengatakan ada indikasi aksi di Pertigaan UIN Sunan Kalijaga sengaja mendompleng aksi memeringati Hari Buruh yang jatuh pada 1 Mei. Indikasi itu diperkuat dengan ditemukan sejumlah alat bukti seperti peralatan yang dibawa saat demonstrasi.

Advertisement

"Ada agenda lain yang dipersiapkan. Hasil pemeriksaan mereka memang mengharapkan chaos terjadi. Ada molotov. Persiapan alat-alat. Ada juga pelaku memakai sebo. Saat ini masih terus kita selidiki," ungkap Dofiri.

Dofiri mengimbau kepada kepada masyarakat Yogyakarta untuk tenang. Masyarakat, kata Dofiri jangan terprovokasi dengan tulisan-tulisan yang muncul saat demonstrasi tersebut.

"Jangan terprovokasi. Jangan main hakim sendiri. Serahkan pada pihak kepolisian," tutur Dofiri.

Advertisement

Sementara itu Direktur Ditreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo mengatakan penyidik telah memotret dan merekam tulisan-tulisan bernada provokatif tersebut. Tulisan itu, lanjut Hadi, diduga dibuat oleh oknum peserta aksi yang berdemonstrasi di Pertigaan UIN Sunan Kalijaga.

"Tulisan yang dipilok di tembok dan baliho. (Tulisan) akan menjadi alat bukti. Ada keterkaitannya dengan tindakannya. Ada ajakannya. Kita sangkakan Pasal 160 KUHP," tutup Hadi Utomo.

Baca juga:
Muncul tulisan provokatif ditujukan untuk Sultan di tembok UIN Sunan Kalijaga
5 Cawapres potensial Prabowo, siapa yang akan dipilih?
Komisi II DPR tegaskan tak ada diskriminasi kepemilikan tanah di Yogyakarta
Dukung JAS 2019, Pemda DIY akan memperlebar landasan pacu di Pantai Depok
Sultan minta masyarakat tak terprovokasi penyerangan gereja Santa Lidwina

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.