LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Polda Banten Akan Periksa Barang Bawaan Mahasiswa yang Demo 11 April

Skema filterisasi guna mencegah adanya barang terlarang yang dibawa para demonstran.

2022-04-10 20:05:00
Demo Mahasiswa
Advertisement

Polda Banten bakal melakukan filterisasi aksi unjuk rasa mahasiswa pada 11 April di wilayah Banten. Termasuk pergerakan massa mahasiswa dari Banten ke Jakarta, pada Senin (11/4).

Kepada merdeka.com, Minggu (10/4), Ditpamobvit Polda Banten Kombes Pol. Edy Sumardi mengatakan, skema filterisasi guna mencegah adanya barang terlarang yang dibawa para demonstran.

"Untuk antisipasi pergerakan massa aksi akan ke Jakarta dan di Banten. Kita akan kawal dan layani dengan baik. Iya kayak (mencegah), Sajam, narkoba, miras dan lain-lain, namanya antisipasi dan filterisasi," kata Edy.

Advertisement

Terkait lokasi titik filterisasi nantinya, kata Edy, Polda Banten akan mengimbau dan mengecek di beberapa pos filterisasi pada perbatasan Kota dan Kabupaten Tangerang. Termasuk di beberapa Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten, (KP3B).

"Kita coba untuk imbau, jika perlu kita sekat, riksa barang bawaan dan kita putar balikkan untuk mengurangi kepadatan massa di Jakarta. Semua dilakukan sesuai SOP dan secara humanis," imbuhnya.

Kendati demikian, Edy memastikan jika skema filterisasi ini dilakukan bukan bertujuan melarang atau mencegat para demonstran yang hendak berangkat aksi ke Jakarta nantinya.

Advertisement

"Bukan dicegat. Tapi dilakukan filterisasi dengan cara imbauan dan pemeriksaan terhadap barang-barang bawaan dan lain-lain," kata Edy.

Secara terpisah, Dirsamapta Polda Banten Kombes Pol. Murwoto mengatakan, apel pasukan dilaksanakan untuk mengecek kesiapan personel dan sarana prasarana yang bakal ditugaskan untuk mengamankan aksi unjuk rasa.

"Hari ini Polda Banten gelar apel pasukan, apel ini diikuti sebanyak 400 orang, terdiri dari dalmas, rantis, K9, unit negosiasi dan personel Ditpamobvit Polda Banten," kata Murwoto.

Selain kesiapan personel, apel kali ini juga turut mengecek kesiapan peralatan pengamanan aksi unras yang meliputi tameng, helm, dakura, tongkat, apar, tali dalmas, hingga flashball setiap personel.

"Selain itu juga dilakukan kesiapan kendaraan untuk digunakan dalam rangkaian pengamanan aksi unjuk rasa," sebutnya.

Kesiapan kendaraan juga meliputi 2 unit mobil double cabin, 6 unit mobil patroli Almera, 8 unit motor, 2 unit mobil air water cannon, 4 unit bus dan truk, 1 unit mobil public address, 6 unit mobil Raisa, 1 unit mobil satwa, serta puluhan kendaraan Ditpamobvit Polda Banten.

Meski demikian berkaitan langkah pengamanan besok, kata Murwoto, dalam pengamanan aksi unjuk rasa Polda Banten tetap mengendapkan pendekatan humanis, dengan mengutamakan tim negosiasi dari satuan kerja Polwan.

"Dalam melaksanakan pengamanan kami akan mengedepankan pendekatan humanis, tim negosiator akan ditambah perkuatannya dari Polwan Satker lainnya, tim nego menjadi formasi awal yang bertemu massa, agar komunikatif dan menguasai keterampilan dalam bernegosiasi dengan massa aksi," imbuhnya.

Murwoto juga menegaskan personel Polda Banten yang bertugas tidak ada yang membawa senjata api nantinya. Dan melengkapi setiap kejadian dengan dokumentasi baik positif maupun negatif sebagai barang bukti.

"Personel tidak membawa senjata api dan amunisi tajam dalam pengamanan, sesuaikan dengan SOP dan tetap dengan pendekatan humanis,"katanya.

"Personel dilapangan agar mendokumentasikan kegiatan positif dan temuan negatif dilapangan yang dapat digunakan sebagai basis foto dan video dalam penegakan hukum," sambungnya.

Untuk diketahui jika BEM SI berencana kan menggelar unjuk rasa nasional di Istana Negara, Jakarta dengan estimasi sekitar 1.000 massa aksi pada 11 April.

Dengan membawa salah satu isu, yakni menolak perpanjangan masa jabatan presiden atau penundaan pemilu. Termasuk, mendesak Presiden Joko Widodo untuk memerintahkan para menterinya berhenti bicara perpanjangan masa jabatan dan penundaan pemilu.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.