LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pokja KIPI Minta Warga Garut Tidak Khawatir dengan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

Saat warga merasakan keluhan pasca imunisasi Covid-19, petugas di lapangan akan langsung menginvestigasi KIPI. Lebih dari itu, kalau diperlukan penanganan lanjutan, warga yang mengalami KIPI akan langsung dirawat di puskesmas atau rumah sakit dengan biaya ditanggung pemerintah.

2021-02-04 11:13:51
vaksin covid-19
Advertisement

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Kabupaten Garut, Willy Indrawilis meminta masyarakat tidak khawatir dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Pemerintah sudah mempersiapkan segalanya dalam pelaksanaan vaksinasi, termasuk di dalamnya mengantisipasi dampak pasca imunisasi.

Dia menyebut, kalau nanti setelah divaksinasi Covid-19 masyarakat merasakan keluhan, maka bisa langsung menghubungi petugas.

“Setelah menjalani vaksinasi, penerima vaksin akan mendapat kartu vaksinasi. Di kartu itu ada nomor kontak petugas yang bisa dihubungi. Kalau masyarakat ada sesuatu keluhan setelah vaksinasi, mereka bisa langsung menghubungi nomor kontak yang ada di kartu vaksinasi," katanya di Garut, Kamis (4/2).

Advertisement

Saat warga merasakan keluhan pasca imunisasi Covid-19, petugas di lapangan akan langsung menginvestigasi KIPI. Lebih dari itu, kalau diperlukan penanganan lanjutan, warga yang mengalami KIPI akan langsung dirawat di puskesmas atau rumah sakit dengan biaya ditanggung pemerintah.

"Tidak ada biaya tambahan," ujarnya.

Oleh karena itu, Willy mengimbau, masyarakat agar tidak khawatir dengan program vaksinasi Covid-19 yang saat ini sedang dilaksanakan.

Advertisement

“Segala sesuatu terkait vaksinasi sudah dipersiapkan oleh pemerintah,” tegasnya.

Sebelumnya, seorang tenaga kesehatan (nakes) yang bekerja di salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Garut kejang dan pingsan usai menerima vaksinasi Covid-19. Saat ini, nakes tersebut masih menjalani perawatan di rumah sakit dan diobservasi oleh tim dokter.

"Ada, tapi laporan ke saya mah baru satu ya," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, Rabu (3/2).

Leli menjelaskan, dugaan awal nakes tersebut kejang dan pingsan usai divaksinasi karena kelelahan. Hal tersebut ia ungkapkan karena nakes tersebut diketahui divaksinasi Covid-19 usai melaksanakan piket malam di tempat kerjanya.

"Ini sedang dicari faktor utamanya oleh tim dokter, tapi kemungkinan karena kelelahan. Maksudnya dianya, karena dianya habis jaga malam divaksin. Menurut laporan yang saya terima iya (kejang), iya (pingsan)," jelasnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Garut hingga Selasa (2/2), sebanyak 1.111 orang dari 1.765 orang yang teregistrasi sudah menjalani vaksinasi Covid-19. Artinya, masih ada calon penerima vaksin yang sudah teregistrasi belum menjalani vaksinasi. Sebanyak 172 orang ditunda pelaksanaan vaksinasinya dan 461 orang tidak diberikan vaksinasi karena alasan tertentu.

Baca juga:
Sudah Disuntik Vaksin Tapi Masih Bisa Tertular Covid-19, Ini Alasannya
Kemenkes Sebut Mayoritas Surveilans Vaksin Covid-19 Alami KIPI Gejala Ringan
Menristek Akui Teknologi RI Garap Vaksin Merah Putih Ketinggalan dari Negara Lain
Dinkes DIY Targetkan Vaksinasi Covid-19 Tenaga Kesehatan Rampung Akhir Februari
Kemenkes Sasar Pedagang Pasar Kelompok Pertama Disuntik Vaksin Covid-19 Tahap Kedua
Menristek Jelaskan Progres Vaksin Merah Putih di DPR

Ratusan Nakes di Tasik Gagal Divaksinasi

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangkat menyebut bahwa ada sekitar 324 orang tenaga kesehatan (nakes) yang teregistrasi menerima vaksin belum menjalani vaksinasi. Namun ia memastikan bahwa mereka bukan tidak akan, melainkan vaksinasinya dijadwal ulang.

“Vaksinasi tak bisa dilakukan karena calon penerima vaksin beberapa di antaranya mengalami hipertensi, batuk pilek, pusing, sedang isolasi mandiri, dan ada yang terkonfirmasi Covid-19. Tak ada yang sengaja tak hadir. Hanya ada beberapa penundaan karena kondisi kesehatan. Kalau sudah bisa, langsung akan divaksinasi," sebut Uus.

Sampai Rabu, diungkapkan Uus, jumlah penerima vaksin Covid-19 di Kota Tasikmalaya sudah mencapai 1.800 orang dari 3.400 orang calon penerima. Vaksinasi tahap pertama bagi nakes ini bisa selesai di pertengahan februari.

Secara umum, menurutnya partisipasi para nakes dalam vaksinasi tergolong tinggi dan memiliki kesadaran untuk datang ke lokasi vaksinasi yang telah ditetapkan. "Tak ada resistensi. Pelaksanaan berjalan lancar tak ada hambatan. Semua berjalan sesuai rencana," kata Uus.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, hingga Selasa (2/2) 1.220 orang diketahui sudah menjalani vaksinasi Covid-19. Artinya, sudah 77 persen dari 1.567 orang yang teregistrasi hingga Selasa sudah menjalani vaksinasi.

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.