PMI Perluas Area Penyemprotan Disinfektan di Bodetabek
Palang Merah Indonesia memperluas penyemprotan disinfekfan ke sejumlah zona merah di wilayah Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek). Sebelumnya selama dua bulan berturut-turut PMI sudah lakukan penyemprotan di DKI Jakarta.
Palang Merah Indonesia memperluas penyemprotan disinfekfan ke sejumlah zona merah di wilayah Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek). Sebelumnya selama dua bulan berturut-turut PMI sudah lakukan penyemprotan di DKI Jakarta.
Komite Operasi Penanggulangan Covid-19 PMI Pusat, Husain Abdullah menjelaskan sebanyak 15 armada sudah diterjunkan ke wilayah Jakarta. Terdiri atas 12 mobil gunner spray, 3 mobil tangki disinfektan untuk melakukan isi ulang jika mobil Gunner membutuhkan cairan disinfekfan tambahan.
"Khusus untuk penyemprotan disinfektan di wilayah Bodetabek yang dikendalikan oleh PMI Pusat menggunakan armad gunner spray 5 ribu liter akan kami lakukan setiap sabtu selama masa PSBB, mulai dari pukul 9 pagi sampai jam 4 sore," kata Husain Abdullah dalam keterangan tertulis, Minggu (3/5).
Hingga kemarin, cakupan operasi disinfeksi PMI telah mencapai wilayah Alam Sutra, Bintaro, Padjajaran Bogor, Ciputat, Karawaci, Pemda Bogor, Cibubur, Cileungsi, Serpong dan sekitarnya. Dengan sasaran penyemprotan fasilitas umum, seperti halte bus, taman, perkantoran dan pemukiman penduduk.
"Selain penyemprotan dengan armada mobil gunner ini kami juga melakukan penyemprotan dengan menggunakan armada motor roda tiga, mini van, dan handspraying yang secara rutin dilakukan oleh PMI wilayah," ungkap Husain.
Husain berharap dengan tindakan tersebut dapat memutus mata rantai Covid-19. Khususnya di luar wilayah DKI. Dia juga menjelaskan penyemprotan sudah dilakukan lebih dari 41 ribu lokasi.
"Lokasi dengan penerima manfaat mencapai lebih 24 juta orang," jelas Husain.
Baca juga:
Enggan Pindahkan Istri ke Kursi Belakang, Pengendara Mobil Maki Petugas
Terjaring Operasi Jam Malam, 65 Orang di Sidoarjo Langsung Rapid Test
Cerita Petugas Medis Sering Dicaki Maki Saat Tracing ODP dan OTG Corona
Tak Gunakan Masker, Puluhan Pengunjung Pasar di Solo Dipaksa Pulang
Nyawa Manusia Lebih Penting dari Perkiraan Puncak dan Berakhirnya Pandemi Corona