LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

PMI Bakal Bangun Pengelolaan Air Bersih di Lokasi Banjir Bandang NTT

JK menjelaskan selain membangun pengelolaan bersih pihaknya juga akan mengirimkan sejumlah mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih kepada para pengungsi. Menurutnya, penyediaan air bersih merupakan salah satu prioritas PMI pada setiap kejadian bencana.

2021-04-06 08:37:55
Banjir Bandang NTT
Advertisement

Palang Merah Indonesia (PMI) akan membangun sejumlah pengelolaan air bersih pada beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur. Hal tersebut seiring dengan terjadinya banjir bandang pada 4 April 2021.

"Untuk banjir bandang di NTT kita sudah buat tim, dan akan membangun pengelolaan air bersih," kata ketua Umum PMI, Jusuf Kalla (JK) dalam keterangan pers, Selasa (6/4).

JK menjelaskan selain membangun pengelolaan bersih pihaknya juga akan mengirimkan sejumlah mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih kepada para pengungsi. Menurutnya, penyediaan air bersih merupakan salah satu prioritas PMI pada setiap kejadian bencana.

Advertisement

"Karena pada paska bencana air bersih menjadi sesuatu yang langka karena rusaknya pipa air atau mata air akibat bencana itu sendiri," ujarnya.

Sebelumnya diketahui Bencana hidrometeorologi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), diyakini akibat terjadinya anomali cuaca. Kepala BMKG Dwikorita menjelaskan, hal itu sudah diprediksi pihaknya sejak tanggal 2 April 2021.

"Pada tanggal 2 sudah kita prediksi, tapi masih berupa bibit siklon, belum menjadi siklon," kata Dwikorita saat jumpa pers daring bersama BNPB, Senin (5/4).

Advertisement

Dwikorita menjelaskan, perubahan dari bibit siklon menjadi siklon diakibatkan sejumlah faktor. Seperti, perubahan muka suhu permukaan air laut dan peningkatan suhu di atmosfer.

"Faktor berikutnya adalah global warming. Akibatnya, terjadilah aliran angin yang sifatnya siklonik, maka terjadi aliran angin yang sifatnya juga siklonik dan ini sangat jarang terjadi di wikalah tropis seperti Indonesia. Tapi 5-10 tahun ini terjadi karena dampak perubahan iklim global," kata Dwikorita.

Baca juga:
BMKG: Siklon Tropis Seroja di NTT Bukti Perubahan Iklim Itu Nyata
Mensos: Korban Meninggal Banjir NTT Dapat Santunan Rp15 Juta
Sudah Diprediksi, BMKG Ungkap Penyebab Bencana Alam di NTT
BNPB Kirim 3 Helikopter Sisir Daerah Terisolir Akibat Banjir di NTT
Mensos: 86 Orang Meninggal Akibat Banjir Bandang di NTT
69 Korban Banjir Bandang di Adonara Ditemukan Meninggal

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.