LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

PLN Malang hemat 135 juta karena Earth Hour

Pemadaman listrik di event Earth Hour Malang kemarin, rupanya memiliki dampak yang besar. Satu jam yang berdampak besar!

2012-04-01 12:15:00
Earth Hour
Advertisement

Kegiatan Earth Hour di Malang kemarin, 31 Maret 2012, berjalan dengan sangat sukses melebihi yang ditargetkan oleh Earth Hour Champion Team (EHCT) Malang. Cuaca malam kemarin juga sangat mendukung. Bahkan menurut data dari PLN Malang, data yang bisa dihemat selama satu jam kemarin adalah sekitar 190.500 kwh atau sekitar 135 juta.

Seluruh rangkaian kegiatan Earth Hour Malang dipusatkan di Balaikota, dimulai pukul 16.30 yang diisi oleh atraksi komunitas Skaters. Selanjutnya acara diisi oleh tarian etnik dari komunitas Teater Sangcelola yang cukup menarik perhatian para pengendara melalui bundaran Tugu. Hal ini membuat pihak kepolisian memutuskan untuk menutup akses di sekitar bundaran.

Rangkaian aksi dilanjutkan dengan aksi dari komunitas-komunitas lain yang turut meramaikan acara Earth Hour 2012 di Kota Malang. Komunitas Beatbox yang berduet dengan Breakdance, serta suguhan apik dari Malang Shuffle dan Malang Allstar Cheerleader (MAC). Tak kurang dari 30 komunitas bergabung merayakan kampanye Earth Hour di Balaikota.

Advertisement

Walikota Malang, Peni Suparto, memimpin langsung seremoni pemadaman lampu tepat pukul 20.30 di seluruh kompleks Balaikota dan Tugu yang juga dihadiri oleh pejabat dan tokoh-tokoh masyarakat. Segera setelah lampu padam, tidak kurang dari 200 orang melakukan flashlight flasmob dengan senter dan stik glow-in-the-dark. Rombongan dari komunitas Nunchaku juga hadir untuk memukau penonton dengan suguhan fire dance diiringi tabuhan perkusi yang dinamis oleh Malang DJimbe. Suasana temaram Balaikota seakan tak terasa dengan segala keriuhan yang terjadi. Para mahasiswa AIESEC dari Jepang, Itali, dan Inggris juga turur hadir menjadi co-partner EHCT.

Perayaan Earth Hour di Malang ini dihadiri tak kurang dari 3.000 orang. Kompleks balaikota yang cukup luas tidak cukup menampung animo warga Malang untuk menyaksikan event yang baru pertama kali digelar di Kota Malang. Acara ini juga diliput oleh berbagai macam media massa, baik cetak, radio, maupun televisi lokal.

(mdk/kun)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.