Pleidoi Putri Candrawathi: Patutkah Saya Dipersalahkan Seolah Dalang Pembunuhan?
"Patutkah saya dipersalahkan seolah-olah saya adalah dalang pembunuhan?" kata Putri Candrawathi.
Terdakwa Putri Candrawathi mempertanyakan tuduhan sebagai dalang kasus pembunuhan Brigadir J. Hal itu disampaikan saat membacakan nota pembelaan atau pleidoinya di hadapan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (25/1).
Putri heran atas tuduhan yang menjeratnya dalam perkara dugaan pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
"Kalau lah boleh saya bertanya, apakah salah jika saya bercerita secara jujur pada suami atas perbuatan keji yang merenggut dan merusak kehormatan dan harga diri saya dan keluarga?," kata Putri Candrawathi saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (25/1).
Dia menjelaskan posisinya saat itu. Hanya menceritakan kasus pelecehan seksual yang dialaminya ke suaminya Ferdy Sambo.
"Apakah karena saya bercerita sebagai seorang istri pada suami kemudian saya dituduh menjadi dalang atas semua ini? Ataukah rasa sakit karena perbuatan keji ini harus Saya simpan dan pendam sendiri hingga mati berkalang tanah, agar semua tampak seolah baik-baik saja dan tidak ada yang pernah terjadi?," ujar Putri.
Putri heran seolah-olah disalahkan dalam perkara ini. Padahal, dia merasa tidak tidak pernah tahu soal rencana pembunuhan berencana.
"Yang Mulia, patutkah saya dipersalahkan seolah-olah saya adalah dalang pembunuhan? Padahal saya tidak pernah berniat, tidak pernah mengetahui rencana ataupun pelaksanaan pembunuhan terhadap Yosua?," ucap Putri Candrawathi.
Putri Candrawathi Dituntut 8 Tahun Penjara
Sebelumnya, Jaksa meminta majelis hakim menghukum istri mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, 8 tahun penjara atas pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa penjara 8 tahun dipotong masa tahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan," ujar jaksa di Pengadilan Negeri Jakarta, Rabu (18/1/2023).
Jaksa menilai, Putri Candrawathi terbukti meyakinkan bersama-sama melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Jaksa mengatakan, seluruh unsur dalam Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat ke-1 telah terpenuhi berdasarkan hukum.
Dengan demikian, dakwaan subsider tidak perlu dibuktikan. Ia dinilai ikut dalam perencanaan pembunuhan Brigadir J dan tidak berusaha mengingatkan dan menghentikan niat suaminya yang sudah didampingi puluhan tahun hingga menjadi pejabat Polri.
(mdk/noe)