LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

PKS tanggapi santai soal penolakan istri Aher di Pilgub Jabar

PKS tidak mempermasalahkan perempuan menjadi pemimpin. Baginya, yang terpenting adalah memiliki kualitas memimpin.

2017-05-31 12:32:09
PKS
Advertisement

DPP PKS bereaksi dengan adanya penolakan soal calon pemimpin perempuan yang berasal dari organisasi masyarakat (ormas) Aliansi Masyarakat Peduli Jabar (AMPJ).‎ Baginya tidak masalah seorang perempuan memimpin asalkan memiliki kualitas dalam kepemimpinan.

Pernyataan itu sekaligus menjawab keputusan DPW PKS Jawa Barat yang telah mengerucutkan Netty Prasetyani dan Ahmad Syaikhu sebagai calon gubernur (cagub) di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018.

"Jadi mau dia laki-laki atau perempuan, asalkan punya kualitas dan integritas, maka wajar kalau demikian. Tetapi yang nanti memutuskan kan tetap Badan Pekerja Majelis Syuro," kata‎ Ketua Bidang Pemuda DPP PKS Mardani Ali Sera di Bandung, Rabu (31/5).

‎Kata dia, era saat ini adalah eranya perempuan dan PKS tidak pernah membedakan kader laki-laki maupun perempuan dalam berkarya.

Meski demikian, Mardani menghormati aspirasi yang disampaikan AMPJ tersebut. Menurutnya, apa yang disampaikan AMPJ merupakan hak mereka.

"Kami menghormati sikap teman-teman dari AMPJ yang menolak cagub Jabar perempuan. Kami mah santai karena itu hak mereka," ujarnya.

Dia menambahkan, kemunculan Netty sebagai kandidat cagub Jabar pun dapat mematahkan opini yang memandang PKS tidak peka terhadap perempuan.

"Contoh lain adalah pengganti Fahri Hamzah, yakni Ibu Ledia Hanifah. Kalau ini sukses, maka akan jadi sejarah bahwa ada Wakil Ketua DPR RI perempuan dari PKS," tandasnya.

Sebelumnya, AMPJ menolak pengusungan Netty Prasetyani sebagai cagub Jabar oleh DPW PKS Jabar. Sebagai partai berbasis Islam, PKS dinilai tidak konsisten soal pegangan panduan pemimimpin.

"Sebagai satu-satunya partai yang saat ini merepresentasikan Islam, PKS seharusnya tahu dasar fikih pencalonan pemimpin, di mana laki-laki lebih utama dibandingkan perempuan untuk menjadi pemimpin," tegas Ketua Presidium AMPJ Roinul Balad.

Menurut Roinul, Pilgub Jabar 2018 yang kini tinggal hitungan bulan harus disikapi bersama, terutama dalam mengawal estafet kepemimpinan di Jabar menuju Jabar Kahiji yang lebih Islami.

"Oleh karenanya, kami menyatakan sikap menolak pencalonan pemimpin perempuan di Pilgub Jabar 2018," tegas Roinul.

Baca juga:
13 Ormas tolak calon perempuan di Pilgub Jabar
Ini kata istri Aher soal penolakan calon perempuan di Pilgub Jabar
Deddy Mizwar tak masalah diduetkan dengan Ketua DPD Gerindra Jabar
PKS masih godok nama untuk diusung maju Pilgub Jabar
Ini cara Mantan Dankorps Marinir rencanakan pembangunan di Jabar

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.