LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

PKS soal Wagub DKI Masih Kosong: Mestinya Bisa Selesai Ketika Semua Berjiwa Besar

Menurutnya, kekosongan posisi Wagub DKI sangat merugikan masyarakat. Apalagi, Jakarta memiliki kompleksitas masalah.

2019-08-19 17:00:12
Bursa Cawagub DKI
Advertisement

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah menyiapkan dua kandidat calon wakil gubernur DKI Jakarta. Namun hingga kini, pansus pemilihan Wagub DKI belum juga menggelar rapat pimpinan gabungan untuk menentukan kapan pemilihan wagub dilakukan.

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, menyayangkan proses yang telah rampung sejak Mei-Juni lalu belum bisa dituntaskan. Padahal seharusnya, sudah diketok 22 Juli lalu.

"Itu mestinya publik bertanya, kenapa tidak ada rapimgab. Padahal teman-teman pansus sudah menyelesaikan tugasnya. Tinggal diketok, rapimgab setuju, bawa ke paripurna, buat pemilihan, sederhana kok. Dan apa yang sudah disepakati Gerindra dan PKS itu saja yang diketok," jelasnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (19/8).

Advertisement

Menurutnya, kekosongan posisi Wagub DKI sangat merugikan masyarakat. Apalagi, Jakarta memiliki kompleksitas masalah.

"Tentu merupakan kerugian bagi publik. Setahun lebih Anies Baswedan tidak memiliki wakil dengan kompleksitas masalah dan kompleksitas beban. Sangat tidak adil DKI tidak punya wakil padahal prosesnya sederhana," ujarnya.

Menurutnya, persoalan ini bisa selesai dengan cepat jika semua pihak bisa berjiwa besar. Padahal, Anies Baswedan juga telah berulang kali meminta agar segera ada pendamping.

Advertisement

"Kalau PKS memahami proses, tapi kalau lama ini mestinya bisa cepat selesai ketika semuanya berjiwa besar. Yang enggak boleh legislatif ini membuat eksekutif ada dalam posisi yang tertekan," jelasnya.

"Karena Mas Anies sendiri sudah beberapa kali minta segera ditemani. Berkali-kali," lanjutnya.

Terkait titik mandeknya pembahasan ini, menurutnya, yang paling paham adalah DPRD DKI dan DPW PKS DKI Jakarta. Sementara di tingkat pusat, PKS dan Gerindra telah lama bersepakat terkait hal ini. Apalagi Sandiaga telah menyatakan berkali-kali bahwa kursi Wagub DKI adalah jatah PKS. PKS kemudian mengajukan dua nama; Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. Dua nama ini juga telah disepakati Gerindra.

"Lebih paham teman-teman DPRD DKI atau DPW (PKS) DKI. Saya tidak terlalu terlibat. Tapi saya memandang dari sudut kepentingan publik, kasihan masyarakat," ujarnya.

"Kan tinggal segera saja prosesnya dijalani. Saya dalam posisi melihat partai tidak dalam posisi menolak. Harusnya. Karena aturannya itu jatahnya partai pengusung dan partai pengusung sudah sepakat," tutupnya.

Baca juga:
DPRD Pilih Fokus Bahas RAPBD 2020 Dibanding Wagub DKI
Sandiaga Soal Wagub DKI: Saya Mengingatkan Hindari Kepentingan Kelompok
Ahmad Syaikhu: Masalah Kursi Wagub DKI Sebenarnya Sehari Bisa Selesai
Anies Soal Pansus Wagub DKI: Kursinya Aja Belum Ada
Kelakar Anies Sindir Kerja Pansus Wagub Terus Molor
Prasetyo Ogah Dirongrong soal Cawagub DKI: Tanyakan ke Dua Parpol Deh
Anies Desak Pansus Tentukan Pengisi Kursi Wagub DKI

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.