PKS kecam pekan kondom nasional ala menkes
"Harusnya orang yang berpenyakit diberikan. Bukan membagikan kondom pada orang yang sehat," kata Hidayat Nur Wahid.
Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) tak sepakat dengan kebijakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang membagikan kondom kepada masyarakat dalam pekan kondom nasional untuk menangani masalah HIV/AIDS. Mencegah HIV/AIDS tak mesti membagikan kondom kepada masyarakat.
Ketua Fraksi PKS , Hidayat Nur Wahid , menilai, mencegah HIV tak harus lewat kondom. Hal ini justru, berdampak pada masyarakat yang tak mengenal seks menjadi melakukan seks bebas.
"Kalau mau, bukan kondominasi, tapi diobati orang yang berpenyakit HIV/AIDS, diberikan pelatihan menyehatkan diri. Bukan orang yang tidak kena HIV/AIDS diberikan, nanti malah mereka lakukan seks bebas itu kan bisa jadi awalannya. Sebenarnya kondom belum tentu bisa mencegah HIV/AIDS, ada cara lain," ujar Hidayat di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/12).
Dia pun menyayangkan jika hal ini dilakukan oleh Kemenkes. Bahkan ia menilai, kebijakan ini sangat tidak bijak.
"Kata kuncinya, sangat disesalkan Menkes menyederhanakan itu dengan menghadirkan kebijakan yang tidak bijak, yang dilaporkan ke kita yang bagikan kondom bukan yang ke komunitas terjangkit HIV/Aids," terang dia.
Dia pun berjanji akan meminta Komisi IX DPR untuk segera memanggil Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi . Menteri, kata dia, harus bekerja lebih cerdas untuk menyelamatkan korban HIV/Aids.
"Selain itu saya akan minta Komisi IX untuk memanggil ibu menteri untuk mengkritisi, karena itu dari APBN juga. Menteri harus kerja lebih cerdas untuk menyelamatkan HIV/AIDS bukan sekedar bagi-bagi kondom," imbuhnya.(mdk/ian)