LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

PKS bantah KMP pecah gara-gara kasus Setnov

"PKS memang masuk KMP, tetapi kami sepakat kasus dilanjutkan sampai tuntas," ujar Hidayat.

2015-12-02 21:01:00
Setya Novanto catut nama Jokowi
Advertisement

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid membantah adanya perpecahan di tubuh Koalisi Merah Putih (KMP) akibat kasus Setya Novanto (Setnov). Dukungan partainya agar sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dilanjutkan, tidak bisa diartikan sebagai sikap partai yang membangkang dari KMP.

"PKS memang masuk KMP, tetapi kami sepakat kasus dilanjutkan sampai tuntas," ujar Hidayat saat ditemui wartawan, di Sragen, Rabu (2/12).

PKS, kata dia, tetap menjalankan amanah dari KMP yaitu bekerja secara profesional dan berani. Untuk itu, ditegaskan dia dukungan PKS agar kasus Setnov lanjut ke persidangan bukan berarti partai yang dipimpin oleh Sohibul Iman itu keluar dari KMP.

"Sikap kami itu bukan berarti di KMP ada perpecahan. Sesuai amanah rakyat MKD harus bekerja secara profesional dan berani," kata dia.

Lebih lanjut Hidayat mengemukakan semua tokoh yang ada sangkut pautnya dengan kasus tersebut harus dihadirkan. Di antaranya Menteri Energi dan Sumber Daya Alam, Sudirman Said serta Menkopolhukam, Luhut Panjaitan.

Menurut dia, DPR merupakan bagian dari rakyat, jika rakyat meminta sidang terbuka, semua tokoh yang dibicarakan di MKD harus dihadirkan.

Sebagaimana diketahui, salah satu anggota MKD yang berasal dari Fraksi PKS, Surahman Hidayat bersama 10 anggota MKD lainnya setuju supaya sidang terkait kasus pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto dilanjutkan.

Baca juga:
Sebelum sidang kasus Setnov ditutup, anggota MKD ribut soal saham
Setelah debat alot dan voting, MKD akhirnya putar rekaman Setnov
Hasil rekaman: Setya usulkan Presiden Jokowi bangun Istana di Papua
Transkrip rekaman Setnov bilang Jokowi keras kepala dan berbahaya
MKD pastikan Presdir Freeport hadir besok, Riza belum ada kabar

(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.