Piringan hitam jadi benda berharga Waljinah
Piringan hitam jadi benda berharga Waljinah. Saat ini Waljinah sudah merekam 1.700 lagu keroncong. Namun dia tak punya koleksi kaset lantaran banyak dipinjam dan tak dikembalikan.
Meskipun sudah merekam 1.700 lagu keroncong yang diciptakan di antaranya Gesang dan Anjar Any, maestro keroncong Waljinah mengaku tak mempunyai koleksi kaset hasil rekaman tersebut.
Sebagian kaset dipinjam oleh teman, penggemar atau kerabat dan tak dikembalikan. Namun untuk rekaman dalam bentuk piringan hitam masih tersimpan di rumahnya.
"Jangankan kaset, wong penghargaan saja banyak yang diminta orang," keluh Waljinah saat diwawancarai merdeka.com.
Waljinah menikah di usia 15 tahun dan memiliki anak bungsu di usia 20 tahun. Namun karir bernyanyi Waljinah tidak pernah berhenti. Di usianya yang sudah senja itu, Waldjinah terus berharap musik keroncong terus lestari dan berkembang.
Saat ini Waljinah ingin berkolaborasi dengan penyanyi Edo Kondologit. Keinginan itu dia ungkapkan di ulang tahunnya yang ke-71.
"Saya pigin kolaborasi dengan Edo Kondologit. Sebenarnya sudah pernah saya sampaikan ke Erwin Gutawa, tetapi sampai sekarang belum terwujud. Saya harap Erwin Gutawa mau menciptakan lagu untuk kami berdua. Edo dari Papua dan saya dari Jawa. Kalau dua budaya ini dipadukan dalam sebuah lagu pasti hasilnya akan sangat bagus. Saya yakin mas Erwin bisa," pintanya.(mdk/cob)