LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pipa PDAM putus karena banjir, warga Aceh Selatan krisis air bersih

Mereka kini hanya mengandalkan pasokan air dari mobil tangki.

2015-11-30 12:28:02
Banjir
Advertisement

Ribuan warga di Kecamatan Tromon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, terancam mengalami krisis air bersih. Sebab, saluran pemasukan (intake) dan pipa penyuplai air dari sungai hancur dan putus total dihantam banjir.

"Persoalan utama yang sangat dikeluhkan warga korban banjir saat ini adalah masalah air bersih. Sementara fasilitas penyuplai air bersih hancur total diterjang banjir," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, Erwiandi, di Tapaktuan, seperti dilansir dari Antara, Senin (30/11).

Musibah banjir bandang yang menerjang Desa Krueng Bate, Kecamatan Trumon Tengah, Jumat (27/11) malam pekan lalu, telah mengakibatkan ratusan rumah warga terendam banjir dan lumpur. Menurut Erwiandi, suplai air bersih dari fasilitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kecamatan Trumon Tengah dari Sungai Krueng Bate, selama ini merupakan sumber air utama dipakai oleh ribuan masyarakat.

"Masyarakat di Desa Krueng Bate ini mayoritasnya tidak memiliki sumur galian di rumahnya masing-masing, sebab kondisi air di sumur keruh dan kekuning-kuningan. Sehingga untuk kebutuhan konsumsi air bersih sehari-hari, mereka menggantungkan pada suplai air bersih dari SPAM PDAM Tirta Naga di Kecamatan Trumon Tengah," ujar Erwiandi.

Sebagai langkah penanganan darurat guna mengatasi krisis air bersih, kata Erwiandi, sejak Sabtu (28/11) lalu, mereka telah menerjunkan dua unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi. Pengerahan mobil pemadam kebakaran membawa air bersih dari Tapaktuan itu berlanjut hingga hari ini.

"Mobil pemadam kebakaran ini, selain membawa air bersih untuk warga korban banjir, juga berfungsi membersihkan lumpur di rumah-rumah warga dan fasilitas umum lainnya, seperti masjid, musala, rumah sekolah, dan jalan umum dengan cara menyemprotkan air yang diambil dari sungai," ucap Erwiandi.

Plt Direktur PDAM Tirta Naga Tapaktuan, Eki Firman mengatakan, guna mengatasi krisis air bersih warga korban banjir bandang di Desa Krueng Bate, mereka hanya mengirimkan satu unit mobil tangki berisi air bersih ke lokasi.

"Sedangkan terkait fasilitas SPAM yang sudah hancur diterjang banjir bandang, saat ini kami sedang berkoordinasi dengan pihak BPBD, bagaimana langkah penanganannya ke depan, apakah perlu dilakukan langsung secara darurat atau diprogramkan dulu untuk rekonstruksi secara permanen," kata Eki.

Sementara itu, Ketua Satgas SAR Aceh Selatan, Mayfendri menyatakan, buat memudahkan penanganan termasuk penyaluran bantuan kepada korban banjir, mereka bersama instansi lainnya telah mendirikan posko dan tenda di dekat masjid desa setempat. Di lokasi itu juga tersedia mobil dapur lapangan milik BPBD Aceh Selatan, dan siap menyuplai makanan terhadap warga korban.

"Sejak posko dan tenda didirikan sejak Sabtu (28/11) lalu, telah banyak diterima bantuan masa panik yang disalurkan oleh pihak-pihak terkait. Dengan adanya posko ini, penyaluran bantuan pun lebih terarah dan tertib," kata Mayfrendi.(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.