LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pimpinan MPR Harap Semua Pihak Ikuti Imbauan Social Distance

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat meminta semua pihak untuk mengikuti permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar masyarakat melakukan social distance, membatasi diri untuk bersosialisasi guna mencegah penularan virus corona atau Covid-19.

2020-03-16 18:03:00
Virus Corona
Advertisement

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat meminta semua pihak untuk mengikuti permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar masyarakat melakukan social distance, membatasi diri untuk bersosialisasi guna mencegah penularan virus corona atau Covid-19.

Menurutnya, Pemerintah Daerah, Pemerintah Kota dan semua jajaran serta pemangku kepentingan juga diminta aktif menyosialisasikan pemahaman mengenai social distance ini agar dapat berjalan efektif.

"Kegiatan social distance atau social distancing dilakukan sebagai strategi guna mencegah atau memperlambat penyebaran virus. Bisa juga dimaknai sebagai upaya karantina diri, sementara waktu menjauhkan diri satu sama lain agar tidak tertular," ujar Lestari dalam pernyataan persnya, Senin (16/3).

Advertisement

Untuk efektivitas, lanjut Lestari, butuh kerjasama dan kesadaran dari semua pihak agar disiplin dalam melaksanakannya. Di sisi lain, perlu aturan turunan yang mendukung pelaksanaannya.

Lestari pun merujuk informasi yang menyebut terjadinya antrean penumpang pada sejumlah titik terminal kendaraan umum. "Terjadi pembatasan jadwal kendaraan umum yang berimbas pada antrean penumpang. Dengan padatnya antrean, social distance menjadi tidak efektif," tukasnya.

Karena itu, ia memandang pentingnya sosialisasi. Apabila akan mengurangi armada angkutan umum, lakukan bertahap.

Advertisement

"Kebijakan jangan sampai merugikan masyarakat. Karena imbauan social distance tampaknya belum bisa dilakukan semua pihak. Masih banyak kantor yang sepertinya perlu waktu untuk menerapkan kebijakan ini. Dengan begitu, fasilitas pendukung jangan langsung dibatasi," ujar dia.

Menyikapi itu, Lestari kembali menyoroti perihal pentingnya pemerintah untuk terus melakukan sosialisasi dan komunikasi kepada masyarakat dan semua pemangku kepentingan.

"Beri pemahaman kepada masyarakat agar mengerti, dan mau bersama-sama dengan pemerintah mengatasi persoalan ini. Dimulai dari diri sendiri, seperti cuci tangan, menunda acara kumpul-kumpul yang bukan prioritas, tidak terpancing informasi menyesatkan, hingga bagaimana mengakses hak kesehatan mereka. Semua ini penting untuk dilakukan," tegasnya.

Dia melanjutkan, untuk menopang aktivitas ekonomi, Lestari mengimbau pemerintah untuk juga mengkaji berbagai kemudahan tambahan kepada industri dan pelaku pasar, selain kemudahan yang telah ditetapkan seperti pemerintah tidak akan memungut pajak penghasilan pasal 21 (PPh) demi melawan dampak virus corona terhadap ekonomi RI.

"Karena kondisi saat ini sangat berat. Perlu kajian apakah stimulus-stimulus yang diberikan perlu ditambah atau diperluas sebagai langkah lanjut atas kebijakan yang diambil," tukas dia.

DPR Minta Pemerintah Wajibkan Proses KBM di Rumah

Sementara itu Anggota Komisi X DPR Fahmy Alaydroes meminta Pemerintah bertindak cepat dalam menangani Penyebaran wabah virus Corona (Covid-19) yang semakin meluas.

"Di negeri kita, jumlah kasus terinfeksi semakin banyak, dari semula hanya dua kemudian bertambah secara signifikan seperti deret ukur 4,6,19, 27,34 dan per kemarin 69 kasus. Sudah 4 orang yang dinyatakan meninggal dunia," kata Fahmy Alaydroes dalam rilisnya, Senin (16/3).

WHO sudah pula menyurati Presiden Jokowi, pertanda kekhawatiran dunia Indonesia akan mengalami pandemi Covid-19. Sudah waktunya kita semua waspada, meski tetap tenang dan rasional. Di berbagai negara, banyak aktivitas distop sementara, termasuk sekolah dan kampus.

"Bagaimana dengan sekolah kita? Tindakan pencegahan yang rasional dan proporsional sangat diperlukan di lingkungan pendidikan, utamanya Sekolah dan Madrasah. Sambil terus melakukan edukasi yang efektif kepada siswa, apa sebenarnya yg sedang terjadi, mengapa dan harus bagaimana kita," katanya.

Wabah Covid-19 ini sebaiknya juga dijadikan 'gebrakan' pendisiplinan seluruh warga sekolah, terutama guru dan siswa untuk membudayakan hidup bersih dan sehat, mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan ibadah, zikir dan doa.

"Segera aktifkan dan efektifkan protokol standar pencegahan Covid-19. Bila perlu pindahkan kegiatan belajar di rumah 2-4 pekan ke depan. Apa yang dilakukan oleh DKI dan Solo sudah benar, merespons dengan tepat dan cepat," tegasnya.

Ia mengimbau pemerintah menerapkan kegiatan belajar-mengajar dengan mengoptimalkan internet dan media digital. Buatkan program pembelajaran yang menarik dan interaktif berbasis project kepada siswa yang dapat dikerjakan sendiri atau berkelompok di rumah masing-masing. Networking. Sumber belajar digital dan media sosial digital sangat bisa dimanfaatkan. Banyak hikmah yang dapat diambil, hadapi tantangan dengan cerdas dan rasional.

Reporter: Yopi Makdori

Sumber: Liputan6.com

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.