Pimpinan DPR: Freeport jangan lepas tangan!
PT Freeport harus memberi santunan kepada para korban.
Wakil Ketua DPR yang juga Ketua Tim Ekonomi Khusus Papua, Priyo Budi Santoso mendesak PT Freeport menuntaskan penyelidikan peristiwa longsornya tanah hingga memakan korban di situs pertambangan di Papua. Priyo juga menuntut PT Freeport memberi santunan kepada para korban.
"Seandainya dari hasil inspeksi dan investigasi yang dilakukan, nanti terdapat kelalaian dan kesalahan korporasi, saya minta Freeport jangan lepas dari tanggung jawab. Freeport harus ikut tanggung jawab di mata hukum," kata Priyo dalam jumpa pers bersama petinggi PT Freeport dan pejabat daerah Papua di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/5).
Priyo juga mendesak Freeport supaya terowongan dan lubang tambang sedalam 250 m di perut bumi untuk dicek ulang. Hal ini untuk menghindari insiden serupa.
Persoalan longsor dinilai tak akan mudah diselesaikan. Hal itu karena waktu kejadiannya berada di proses renegosiasi kontrak.
"Jadi ini tidak mudah. Pesan saya life must go on. Saya menyakini pada saatnya akan ada jalan keluar terhadap itu semua. Kebetulan kita melihat Presdir Freeport Indonesia sudah dipercayakan pada putra Indonesia asli," terangnya.
Di lokasi sama, Presiden Direktur Freeport Indonesia Rozik B Soetjipto mengatakan saat ini delapan korban sudah diberangkatkan ke kampung halaman masing-masing untuk diperistirahatkan.
Secara keseluruhan ada 28 korban meninggal, 10 orang selamat, dan lima orang dirawat di Tembaga Pura.
"Saat ini kami memfokuskan upaya lanjut untuk menyelesaikan permasalahan, yang terkait dengan para korban baik meninggal dunia maupun luka-luka. Memang sambil menyelesaikan permasalahan para korban, kami juga sudah menyiapkan santunan," terangnya.(mdk/dan)