Pilot Super Tucano pernah jadi instruktur penerbang di Skuadron 21
Ivy juga pernah ikut dalam pelatihan penerbangan di Brazil.
Salah satu korban Pesawat Super Tucano yang jatuh di Malang, Jawa Timur, yakni pilot Mayor Penerbang Ivy Safatillah. Pesawat militer tersebut jatuh saat melakukan uji terbang.
Dari informasi yang dihimpun berbagai sumber, Rabu (10/2). Mayor Ivy menamatkan Sekolah Menegah Atas (SMA) tahun 2000, setelah itu memutuskan bergabung di Akademi Angkatan Udara (AAU).
Dalam karirnya, dia pernah menjabat sebagai instruktur penerbang skuadron udara 21. selain itu dirinya pernah menjabat koordinator Static Show di Abdul Rahman Saleh Air Show. Tidak hanya itu, tahun 2011, dia ikut dalam pelatihan penerbangan di Brazil.
Terkait insiden jatuhnya pesawat Super Tucano, Danlanud Abdul Rahman Saleh Marsekal Pertama TNI Joko Senoputro mengatakan pesawat saat sedang melaksanakan uji terbang. Pesawat juga sempat hilang kontak sebelum berhasil ditemukan jatuh di salah satu pemukiman warga.
"Iya benar jatuh saat melaksanakan test live penerbangan," kata Joko saat dihubungi merdeka.com, Rabu (10/2).
Dia memaparkan, pada saat pesawat take off hilang kontak dan berhasil ditemukan jam 9.57 WIB. "Sempat hilang kontak, dan pada pukul 9.57 pesawat ditemukan menimpa salah satu rumah warga," terang Joko.
Baca juga:
Lokasi jatuhnya Super Tucano di Malang dipadati warga
Super Tucano yang jatuh di Malang sedang uji terbang
Dalam waktu singkat, Super Tucano menghujam atap rumah dan musala
Sebelum jatuh, Super Tucano sempat berputar-putar lalu menukik
Pesawat Super Tucano jatuh, Kasau terbang ke Malang
Penjagaan proses evakuasi Super Tucano sangat ketat