LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pilkada jadi ajang judi warga, sawah hingga rumah jadi taruhan

Tindakan itu kadang menyulut konflik. Sebab masing-masing pihak akan sekuat tenaga mempertahankan posisi.

2015-12-04 17:01:03
Pilkada Serentak
Advertisement

Pemilihan kepala daerah ternyata kerap dijadikan segelintir warga sebagai ajang judi. Tak hanya uang, taruhannya cukup besar mulai dari sawah hingga rumah.

Sekretaris Daerah Sumatera Selatan, Mukti Sulaiman mengatakan, ajang judi dalam pilkada ini sudah biasa terjadi dan menjadi rahasia umum. Hal ini karena gelaran pilkada menarik buat dipertaruhkan.

"Biasanya dijadikan taruhan. Kalau tidak uang, pakai sawah, ada juga rumah taruhannya," kata Mukti, Jumat (4/12).

Dikatakan Mukti, fenomena ini tidak jarang menjadi penyebab munculnya konflik pilkada. Sebab, bagi penjudi yang kalah akan mencari berbagai cara agar bisa membalikkan keadaan. Begitu juga sebaliknya, pemenang akan berusaha mempertahankan kemenangannya demi mendapatkan barang taruhan.

"Yang kalah jelas tidak mau terima. Jadi mendorong terjadinya konflik yang lebih luas," ujar Mukti.

Oleh karena itu, pihaknya meminta pihak terkait, mulai dari Badan Pengawas Pemilu, Komisi Pemilihan Umum, Kepolisian, dan TNI, serta masyarakat sama-sama menjaga kelancaran dan keamanan, sebelum dan setelah pencoblosan 9 Desember mendatang.

"Langkah antisipatif sudah dilakukan untuk mencegah terjadinya konflik. TNI mempersiapkan dua ribu personel, Polda Sumsel juga begitu. Ini langkah yang kita apresiasi," lanjut Mukti.

Mukti menambahkan, dari tujuh daerah di Sumsel yang menggelar pilkada serentak, memiliki kriteria masing-masing. Ada daerah yang terlihat aman, tetapi bisa jadi rawan atau sebaliknya.

"Ada yang lembut, tapi sebenarnya keras. Ada yang terlihat keras tapi sebenarnya lembut," ucap Mukti.

"Karenanya, harus siap betul. Ini sudah tinggal menunggu hari saja. Kita berharap aman, lancar, tertib," tutup Mukti.

Baca juga:
Dana kampanye 2 pasangan peserta Pilkada ini berubah nihil
9 Desember libur nasional, warga diminta tak lupa gunakan hak pilih
Jelang Pilkada 2015, Surabaya jadi kota paling ramai di Twitter
Demo pendukung Imba-Bobby ricuh, 1 polisi terluka kena lemparan batu
KPU bakal pamerkan program Election Visit ke negara asing

(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.