LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pidato 2030 RI bubar, Prabowo dinilai blunder gerus suara pemilih milenial

Pidato 2030 RI bubar, Prabowo dinilai blunder gerus suara pemilih milenial. Menurut Pangi, anak-anak generasi milenial tak menyukai pesimisme. Sementara isi pidato Prabowo tersebut dinilai memuat ungkapan pesimisme.

2018-04-06 21:02:00
Prabowo Subianto
Advertisement

Beberapa waktu lalu, melalui laman Facebook Partai Gerindra, ditayangkan pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Dalam pidato itu Prabowo memprediksi Indonesia akan bubar pada tahun 2030. Prediksi Prabowo berdasarkan cerita fiksi dari novel Ghost Fleet

Pidato tersebut dinilai menjadi blunder dan dapat menggerus suara pemilih milenial. Padahal selama ini Gerindra dinilai mulai mendekati pemilih milenial untuk mendulang suara pada Pemilu 2019. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Vokpol Centre, Pangi Chaniago dalam diskusi politik yang diselenggarakan AMPG di FX Sudirman, Jumat (6/4).

"Yang sangat milenial itu Gerindra yang mulai mengambil ceruk pemilih milenial. Tetapi dengan pidatonya tentang Indonesia bubar, Prabowo blunder," kata dia.

Advertisement

Menurut Pangi, anak-anak generasi milenial tak menyukai pesimisme. Sementara isi pidato Prabowo tersebut dinilai memuat ungkapan pesimisme.

"Ini menggerus kepercayaan terhadap Prabowo karena anak-anak milenial adalah anak-anak kreatif dan optimis," jelasnya.

Pangi mengatakan saat ini jumlah pemilih yang masuk kategori generasi milenial mencapai 48 persen atau sekitar 85 juta pemilih dimana pada tahun 2019 umurnya 17-35 tahun. Jumlah ini sama dengan separuh dari total pemilih di Indonesia. Ia juga menduga kaum milenial ini akan menjadi penentu kemenangan Pemilu 2019.

Advertisement

"Jangan-jangan 'dewa' elektoral adalah pemilih milenial," kata dia.

Tingginya jumlah pemilih milenial ini menjadi ceruk potensial yang coba didekati berbagai partai. Kemudian banyak partai yang mengaku sebagai partai yang paling milenial.

"Partai kanan atau kiri berusaha mengambil ceruk pemilih milenial. Apakah ini partai baru atau lama. Sekarang Perindo dan PSI mencoba mengambil pemilih milenial," kata Pangi.

Pangi membagi ada dua jenis generasi milenial. Generasi pertama ialah kalangan generasi milenial tua yang berusia 29-38 tahun. Kedua, generasi milenial muda yang lahir tahun 1991-1999 atau berusia 20-28 tahun.

Generasi milenial muda ini jumlahnya lebih besar dari kategori pertama. Mereka dikenal sebagai generasi yang kreatif dan menjadikan gawai sangat dekat dengan hidupnya.

"Yang lahir tahun 1991 sampai 1999 adalah milenial murni dan tidam gaptek, cepat mengetik dengan ponsel, mereka sangat hobi selfie, nge-vlog dan sebagainya. Indikatornya bisa dilihat dari penggunaan konsumsi internetnya," jelasnya.

Baca juga:
Prabowo belum deklarasi, Gerindra sebut bisa saja koalisi dengan PDIP
Gerindra siap bila akhirnya Prabowo tunjuk Gatot jadi Capres
'Prabowo maju bukan keinginan pribadi Gerindra, tapi keinginan rakyat'
Sambut Puan, taktik perang 'blietzkrieg' Prabowo ke jantung pertahanan lawan
Politisi PDIP nilai pertemuan Prabowo dan Puan bisa kurangi salah paham
Gerindra tegaskan tak usung capres lain selain Prabowo Subianto
Gerindra sebut Prabowo pertimbangkan koalisi sebelum maju Pilpres

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.