Petugas Lapas Tangerang Diperiksa Terkait Narapidana Kabur dari Tempat Cuci Mobil
Ditjen PAS Kemenkum HAM telah membentuk tim untuk mengusut kasus tersebut.
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM menyatakan bahwa segera menuntaskan penyelidikan terkait Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berinisial A. Narapidana kasus narkoba itu kabur setelah memperoleh izin pembinaan kerja ke tempat pencucian mobil milik Lapas Kelas I Tangerang.
"Kanwil Kemenkum HAM Banten bersama Dittrantib Ditjen PAS sekali lagi sebagai penanggung jawab wilayah sudah menurunkan timnya untuk melakukan pemeriksaan terhadap peristiwa pelarian tersebut," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen PAS Kemenkum HAM, Rika Aprianti, Senin (13/12).
Senada, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Banten, mengaku telah membentuk tim investigasi dalam mengusut tuntas terkait kaburnya warga binaan yang melarikan diri setelah mendapat izin pembinaan kerja di tempat pencucian mobil di Lapas Tangerang, pada Rabu (8/12) kemarin.
Kepala Kanwil Kemenkum HAM Agus Toyib menerangkan, pihaknya telah memeriksa sejumlah petugas Lapas Tangerang, guna memperoleh keterangan detil terkait kaburnya WBP tersebut. Pihaknya bersama Ditjen PAS juga telah membentuk tim khusus untuk mendapatkan keterangan kaburnya A.
“Sejak Kamis (9/12) (sudah dibentuk) tim pemeriksa terkait kejadian pelarian itu. Kolaborasi bersama Dirjen Pemasyarakatan, kami sudah turun tim ke sana (Lapas Tangerang),” jelas Agus Toyib.
Meski begitu, dirinya enggan membeberkan hasil pemeriksaan internal Lapas Kelas I Tangerang, terkait kaburnya Napi narkoba itu.
“Pemeriksaan belum selesai, jadi saya juga belum dapat laporan lengkap dari tim, bagaimana kan gitu. Beberapa pihak dimintai keterangan dari bawah dulu nih, mungkin petugas yang di carwash itu, petugas yang mengawal atau mengawasi. Jadi lagi dimintai keterangan ke pihak ini dulu, baru ke atas,” kata Agus.
Izin Kerja di Tempat Cuci Mobil
Sebelumnya diberitakan, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Banten, masih menyelidiki kasus seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas I Tangerang, berinisial A, diduga kabur pada Rabu (8/12). Narapidana kasus narkoba itu diduga kabur melalui akses pencucian mobil milik lapas.
"Kabur di pencucian mobil lari saat berada di luar itu," kata Kepala Kanwil Kemenkum HAM RI Agus Toyib dalam keterangan suara yang diterima Senin (13/12).
Dia mengungkapkan, narapidana itu bisa mengakses area pencucian mobil di Lapas Kelas I Tangerang, setelah mendapat izin keluar lapas.
"Bukan lewat tembok. Ada proses izin keluar, kemudian saat berada di luar itu lari," kata dia.
Sementara itu, Plt Kalapas Kelas 1 Tangerang Nirhono Jatmokoadi menegaskan bahwa napi memang mendapatkan izin untuk pembinaan kegiatan kerja di luar lapas.
"Intinya kegiatan kerja," kata pejabat Kemenkum HAM Provinsi Banten itu.
Dia menjelaskan, Polda Riau dan Jambi juga turut membantu melakukan pengejaran terhadap narapidana yang kabur itu. Dia juga mengklarifikasi bahwa dua orang yang sebelumnya diperiksa tidak terlibat kaburnya narapidana tersebut.
“Ada rapat tadi ternyata setelah dikroscek ulang dua orang itu tidak terkait apapun dengan napi yang kabur,” kata dia.
(mdk/gil)