Petugas KPPS Meninggal Kelelahan, KPU Minta Sistem Pemilu Serentak Dikaji Ulang
Komisioner KPU Wahyu Setiawan berharap pemerintah mengkaji ulang pemilu serentak. Sebab, adanya pemilu serentak membuat beban pekerjaan KPPS berkali lipat.
Pemilu 2019 menyisakan catatan dika dari sejumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia akibat kelelahan bertugas. Komisioner KPU Wahyu Setiawan berharap pemerintah mengkaji ulang pemilu serentak. Sebab, adanya pemilu serentak membuat beban pekerjaan KPPS berkali lipat.
"Konsekuensi logis dari pemilu serentak kan volume pekerjaan menjadi sangat meningkat. Nah tentu saja volume pekerjaan yang sangat meningkat bukan juga konsekuensinya kan energi, pikiran, para penyelenggara itu kan juga berlipat," ujar Wahyu saat dikonfirmasi, Minggu (21/4).
"Semoga ini menjadi masukan bagi pembuat UU untuk memformulakan sistem pemilu untuk pemilu berikutnya," ucapnya.
Dia tak menampik beban kerja KPPS pada Pemilu kali ini sangat berat. Dia enggan menggambarkan seberapa berat kinerja para penyelenggara pemilu itu.
"Sekali kali coba (jadi KPPS) biar merasakan. Nanti kalau saya ceritakan fiktif, enggak terasa," ucapnya.
KPU memastikan akan memberi santunan kepada petugas KPPS yang mengalami musibah.
"Sangat prihatin dengan berita duka itu karena memang penyelenggara kita belum di fasilitasi asuransi kesehatan. Maka, KPU seluruh Indonesia akan gotong royong bersama-sama untuk memberikan tanda kasih santunan kepada pihak keluarga korban," tutup Wahyu.
Reporter: Delvira Hutabarat
Baca juga:
Hari Ini KPU Banten Mulai Gelar Pemungutan Suara Ulang di 10 TPS
Karangan Bunga untuk KPU Terus Berdatangan
Real Count KPU Pagi Ini, Jokowi-Ma'ruf 54,29%, Prabowo-Sandi 45,71%
Polisi Miliki Salinan Hasil Rekap Formulir C1
Jubir BPN: Prabowo Belum Putuskan Terima Utusan Jokowi Untuk Bertemu di Kertanegara
Tolak Alasan Human Error Input Data, Kubu Prabowo-Sandi Laporkan KPU ke Bawaslu