Petir menggelegar saat Anies diminta komentar karangan bunga Ahok
Petir menggelegar saat Anies diminta komentar karangan bunga Ahok. Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan mengomentari banjir karangan bunga untuk Basuki-Djarot.
Halaman Balaikota dan DPRD DKI Jakarta dibanjiri karangan bunga dari warga ibu kota untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Karangan bunga berisi ucapan terima kasih, apresiasi atas kinerja Basuki-Djarot. Tidak hanya itu, ada juga karangan bunga dari warga yang masih tidak rela pemimpin DKI berganti.
Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan mengomentari banjir karangan bunga untuk Basuki-Djarot. Sebab, tidak berhubungan dengan dia. "Enggak ada apa apa," kata Anies di rumahnya, Jalan Lebak Bulus II Dalam No 42, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (26/4).
Saat disinggung terkait massifnya pengiriman karangan bunga, Anies mengaku tak tahu menahu. Wartawan masih berkukuh meminta pendapat Anies. Tiba-tiba petir menggelegar dan membuat Anies serta awak media tersentak.
Anies mencoba menghindar dengan menyebut bahwa suara petir menandakan sesi wawancara terkait karangan bunga untuk Ahok harus disudahi. "Itu tanda tanda harus selesai (sesi wawancara)," kata Anies sambil tersenyum.
Tak puas, wartawan kembali meminta komentar Anies. Lagi-lagi Anies berkukuh pada pendiriannya dan mempertegasnya. "Saya enggak mau komentar," ucap Anies.
Baca juga:
Warisan kunci e-budgeting anti-maling Ahok buat Anies-Sandi
Satu per satu aturan Ahok mulai dikebiri Anies
HIPMI yakin Anies-Sandi gairahkan industri ekonomi kreatif ibu kota
Bunga raksasa PSI untuk Ahok, 'satu kekalahan, seribu bunga merekah'
1.000 Karangan bunga untuk Ahok-Djarot banjiri Balai Kota
Djarot dapat 1.000 karangan bunga: Kebenaran terwujud belakangan