Petani Karawang ramai-ramai berantas hama tikus
Pemberantasan sarang tikus itu dilakukan secara serempak di sejumlah titik areal sawah sekitar Desa Kemiri.
Para petani di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, melakukan aksi pemberantasan sarang tikus. Hal itu menyusul tingginya serangan organisme pengganggu tanaman di daerah tersebut.
Pemberantasan sarang tikus itu dilakukan secara serempak di sejumlah titik areal sawah sekitar Desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta, Karawang, Jawa Barat.
Kegiatan pemberantasan sarang tikus difokuskan di sepanjang tanggul saluran tersier dan petamatang sawah yang diindikasikan sebagai tempat sarang tikus.
Para petani melakukan pengasapan dengan menggunakan alat emposan dengan diberi bubuk belerang. Tujuannya agar tikus keluar dari sarangnya lalu ditangkap.
Sobirin, seorang pemilik sawah di Desa Kemiri mengatakan, jika sarang tikus tidak dibasmi dengan segera maka akan merepotkan. Sebab hama jenis itu paling ditakuti para petani karena tidak bisa dibasmi dengan menggunakan obat.
"Saya pernah gagal panen akibat serangan hama tikus. Jadi kegiatan pembasmian hama tikus secara serempak ini cukup bagus," kata Sobirin, Sabtu (10/5).
Ia mengaku kegiatan pembasmian hama tikus perlu didukung sebagai upaya mengantisipasi hama tikus.
Sementara itu, sesuai dengan catatan Dinas Pertanian Perkebunan Kehutanan dan Peternakan setempat, organisme pengganggu tanaman telah tersebar merata di areal sawah sekitar 30 kecamatan.
Jenis hama yang menyerang areal sawah petani itu seperti hama penggerek batang, hawar daun bakteri, tikus, dan hama wereng coklat.
Areal sawah yang terkena hama penggerek batang cukup luas, mencapai 1.280 hektare, hawar daun bakteri seluas 820 hektare, tikus seluas 802 hektare dan wereng coklat 3 hektare.
(mdk/cza)