Petani di Langkat Tewas Diserang Harimau
Camat Sei Lepan, Faisal, mengatakan bahwa korban merupakan warganya. Dia diketahui pergi ke ladang pada Sabtu (4/4) pagi. "Warga saya itu kebetulan buka lahan di daerah kawasan TNGL. Jadi lagi buka lahan, dan diserang harimau," katanya, Minggu (5/4).
Konflik antara harimau sumatera dengan manusia terjadi di Langkat, Sumut. Seorang petani tewas diduga akibat serangan satwa dilindungi itu.
Korban meninggal dunia bernama Ramelan (42), warga Dusun PIR Lok I Desa Harapan Makmur, Sei Lepan, Langkat. Laki-laki ini ditemukan tak bernyawa di Sei Bamban, kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Besitang, Langkat, Sabtu (4/4) malam sekitar pukul 23.00 Wib.
Camat Sei Lepan, Faisal, mengatakan bahwa korban merupakan warganya. Dia diketahui pergi ke ladang pada Sabtu (4/4) pagi. "Warga saya itu kebetulan buka lahan di daerah kawasan TNGL. Jadi lagi buka lahan, dan diserang harimau," katanya, Minggu (5/4).
Karena Ramelan tak kunjung pulang, keluarga khawatir. Apalagi telepon selularnya yang dihubungi tak juga diangkat.
Pencarian pun dilakukan. "Akhirnya korban ditemukan pukul 23.00 Wib sudah tak bernyawa. Kondisinya sangat memprihatinkan,” jelas Faisal.
Kepala desa setempat sudah diperintahkan untuk segera memakamkan korban. Namun mereka diingatkan untuk menghindari kerumunan massa untuk menghindari penyebaran virus corona atau Covid-19.
Sementara Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Sudiro membenarkan adanya peristiwa serangan harimau itu. Namun pihaknya masih melakukan pendalaman. "Iya benar. Sudah A1," jawabnya.
Baca juga:
Di Tengah Lockdown India, Monyet-monyet Bebas Berkeliaran di Jalan
Jual Lumba-lumba Moncong Panjang Secara Ilegal, Nelayan di Tulungagung Ditangkap
Nestapa Ratusan Monyet di Thailand Kelaparan karena Turis Sepi
10 Jenis Burung Termahal di Dunia, Ada yang Harganya Miliaran
Potret Masyarakat Nubia Hidup Berdampingan dengan Buaya Sungai Nil