Pesawat Hercules jatuh di Medan sisa kemampuan terbangnya 74 jam
"Pada 27 Juni kemarin baru dilaksanakan pemeliharaan," kata Hadi Tjahjanto.
Pesawat Hercules C-130 nomor seri A-1310 yang jatuh di Medan milik Skuadron 32 yang bermarkas di Landasan Udara Abdul Rachman Saleh, Malang. Pesawat nahas itu membawa penumpang berjumlah 123 orang.
Komandan Lanud Abdul Rachman Saleh, Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto mengatakan pesawat Hercules memiliki kemampuan terbang maksimal 3600 jam. Sebelum jatuh di Medan, sisa kemampuan terbang pesawat Hercules itu tinggal 74 jam.
"Pada 27 Juni kemarin baru dilaksanakan pemeliharaan. Kemudian pada tahun 2016 akan dilaksanakan pemeliharaan setengahnya. Jadi misal kalau penuhnya 3600-3800 jam dilaksanakan three years inspeksion," kata Hadi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (1/7).
Menurut Hadi, pesawat Hercules itu sudah diganti semua mesin pada tahun 2013 lalu. Sehingga jika pesawat Hercules itu hendak terbang akan diperiksa terlebih dahulu.
"Pesawat ini pemeliharaannya ada structure, 3600 jam maksimal terbang. Engine per 100 akan diinspeksi," kata dia.
Sebelum Hercules itu jatuh di Medan, lanjut dia, pernah digunakan membawa pasukan penerjun TNI ke Papua. Selain itu, Pesawat Hercules buatan pabrik Lockheed Martin, Amerika Serikat itu ikut melaksanakan operasi bantuan kemanusiaan di Filipina.
"Sebelum ini, dukungan penerbang pasukan kegiatan lain di dalam dan luar negeri," tutup dia.
Baca juga:
Mahasiswa UNRI korban kecelakaan Hercules belum teridentifikasi
Mau jenguk cucu, Pelda Mulyono jadi korban kecelakaan Hercules
TNI AU belum tahu penyebab kecelakaan Pesawat Hercules di Medan
Jokowi pimpin upacara penghormatan 16 jenazah korban Hercules
3 Jenazah prajurit Paskhas korban Hercules tiba di Pekanbaru
TNI AU sebut 50 kantung jenazah Hercules jatuh berupa potongan tubuh
Usai salat magrib, 3 jenazah prajurit Paskhas tiba di Pekanbaru