LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pesan Uskup Agung Jakarta jadikan Natal momen mempererat Indonesia

Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Sunaryo menyampaikan pesan untuk umat Kristiani di perayaan Natal 2017. Dia mengatakan, di momen kali ini seharusnya seluruh masyarakat di Indonesia selalu erat menjalin persaudaraan.

2017-12-25 12:57:23
Hari Natal
Advertisement

Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Sunaryo menyampaikan pesan untuk umat Kristiani di perayaan Natal 2017. Dia mengatakan, di momen kali ini seharusnya seluruh masyarakat di Indonesia selalu erat menjalin persaudaraan.

"Hanya dengan damai Kristus yang menguasai hati ini. Kita akan dimampukan untuk membuka diri. Merangkul dan menyambut sesama anak bangsa. Dan bersama mereka merajut kesatuan dan melangkah bersama," kata Ignatius Sunaryo di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Senin (25/12).

Pasalnya kata dia, Indonesia kini sedang terancam terpecah belah. Dia menilai banyak pihak yang ingin menghancurkan Pancasila. Oleh karena itu dia berpesan untuk menjaga agar tidak berpecah belah dengan cara merawat ingatan bersama. Yaitu mengingat bagaimana para pahlawan mempererat Indonesia dengan Pancasila.

Advertisement

"Karena ingatan tidak dirawat, kita lupa. Atau tidak tahu itu amat riskan. Kalau mengingat semuanya pasti susah. Ada peristiwa yang jadi penting. Yang pertama itu diperingati 20 Mei. Yaitu hari Kebangkitan Nasional. Perjalanan berikutnya 20 tahun kemudian 28 Oktober yaitu sumpah pemuda," lanjut Ignatius Sunaryo.

Dia mengatakan dengan merawat ingatan bersama di situlah akan jadi menentukan bangsa ke depan. Jika tidak merawat ingatan tersebut, kata dia bisa-bisa akan terjadi cerai berai di Indonesia.

"Kami mengajak untuk mengemban tanggung jawab sejarah. Kita mewarisi begitu indah dan kaya kalau kita tidak rawat dan kita tidak jaga. Caranya memikul sejarah antara lain dengan mengamalkan Pancasila," ungkapnya.

Advertisement

Oleh karena itu menurut Uskup Sunaryo, pihak Gereja Katedral berupaya untuk mempererat bangsa Indonesia dengan membangun tema di setiap acara natal. Untuk kali ini kata dia, Gereja Katedral mengamalkan sila kedua yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab.

"Tahun ini sila ke dua kemanusiaan yang adil yang beradab. Makin adil, makin beradab. Jadi dinamikanya adalah dipilah jadi gagasan. Jadi setiap gagasan direalisasikan dengan tindakan," paparnya.

Rosario merah putih

Uskup Sunaryo mengatakan tidak hanya dengan mengusung tema natal dengan menggunakan sila Pancasila. Pihaknya juga membuat rosario merah putih untuk beribadah. "Keuskupan Agung membuat rosario merah putih. Ini berfungsi bukan hanya mendoakan diri sendiri tetapi mendoakan bangsa sendiri," ujarnya.

Tahun yang akan datang, dia juga menjelaskan, Keuskupan Jakarta akan membuat gambar Bunda Maria dengan pernak pernik kebangsaan Indonesia. Dia menjelaskan, wajah Bunda Maria yang biasanya berwajah Eropa akan dibuat lebih berbeda. Kemudian kata dia, dalam dadanya terdapat lambang garuda pancasila.

"Di dadanya ada garuda pancasila. Selubungnya merah putih. Di mahkota ada peta nusantara. Untuk menimba kekuatan agar membangun dengan adil dan sejahtera," pungkasnya.

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.