LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pesan kebhinnekaan dan cinta damai di Jumat Agung

Hal ini terjadi di Gereja Katedral dan di Purbalingga.

2018-03-31 06:00:00
Jumat Agung
Advertisement

Umat kristiani di nusantara menjalani ibadah Jumat Agung, Jumat (30/3). Dalam ibadah Jumat Agung, tak lupa memberikan pesan untuk menjaga kebhinnekaan di tanah air hingga indahnya perdamaian. Seperti yang terjadi di Gereja Katedral, Jakarta Pusat.

Ibadah diawali dengan Jalan Salib seperti pada Ibadah Jumat Agung pada umumnya. Namun, pihak Gereja Katedral menyelipkan pesan kebhinnekaan dalam visualisasi Jalan Salib tersebut.

Visualisasi tersebut melibatkan Orang Muda Katolik (OMK). Kurang lebih 20 OMK yang tampil menyukseskan visualisasi Jalan Salib.

Advertisement

Humas Gereja Katedral, Susyana Suwadie menjelaskan, visualisasi ini terbagi dalam empat belas tahap yang bertujuan untuk memulihkan kemanusiaan. Di sela-sela jalan Salib, OMK menyuguhkan adegan yang mendeskripsikan perbedaan. Mereka juga mengajak jemaat untuk menjaga kebhinnekaan.

"Jadi sengaja diselipkan unsur-unsur kebhinnekaan karena kita membawa tema besar Paskah yakni menerapkan Pancasila," katanya di Gereja Katedral, Jakarta, Jumat (30/3).

Ibadah Jumat Agung di Gereja Katedral Jakarta dihadiri 1.200 jemaat. Dalam setiap ibadah, Susyana menjelaskan ada tiga bagian rangkaian ibadah Jumat Agung. Pertama ibadat Sabda, Penghormatan Salib dan Komuni.

Advertisement

"Intinya inilah puncak di mana Kristus sengsara wafat dan disalibkan untuk menembus umat manusia. Untuk itu kita semua mengadakan sebuah renungan dalam bentuk tiga bagian," jelas Susyana.

Saat Jumat Agung di Gereja Katedral juga menonjolkan toleransi. Rangkaian Jumat Agung juga berbarengan dengan ibadah salat Jumat di Masjid Istiqlal yang terletak di sebelahnya. Secara bersamaan dua rumah ibadah beda agama tersebut melaksanakan ibadah saling bersamaan. Masjid Istiqlal melaksanakan ibadah Salat Jumat dan Geraja Katedral melaksanakan ibadah Jumat Agung.

Ketika lektor gereja memandu jemaah menyanyikan lagu-lagu pujian diseberang sana khotib Masjid Istiqlal juga menyampaikan khotbah Jumat.

Suara lektor dan khotib dari pengeras suara dari kedua tempat ibadah tersebut saling bersahutan dan terdengar jelas. Namun, pelaksanaan ibadah keduanya tetap berjalan dengan khidmat.

Tak hanya itu, kendati beda keyakinan dua rumah ibadah tersebut memperlihatkan toleransi.

Seperti halnya dengan Masjid Istiqlal yang mempersiapkan lahannya untuk menempatkan kendaraan untuk para umat Kristiani yang beribadah di Gereja Katedral.

Berharap Indonesia terus damai & Pilkada aman

Di hadapan 1.500 umat kristiani warga jemaat Gereja Kristen Jawa (GKJ) Kabupaten Purbalingga, pesan damai pemilihan umum jadi titik tolak saling menjaga keutuhan warga bernegara. Umat diajak untuk sama-sama mengawal dan mencipta suasana pemilu damai dan tidak perlu khawatir menghadapi tahun politik.

"Kita serahkan kepada Tuhan yang maha kasih, agar selama tahun politik yang ditandai dengan pemilihan kepala daerah dan pemilihan presiden berlangsung aman dan damai," kata Pendeta GKJ Purbalingga Slamet Waluyo saat memimpin kebaktian Jum’at Agung, di gereja setempat, Jum’at (30/3).

Jumat Agung di Purbalingga ©2018 Merdeka.com/Abdul Aziz

Kebaktian mengambil tema 'Merengkuh Kematian Demi Kemuliaan'. Slamet Waluyo dalam kesempatan itu juga mengajak umat untuk introspeksi atas kehidupan yang telah mereka jalani. Ia mengungkapkan, kejadian-kejadian besar yang mengakibatkan kematian banyak terjadi akhir-akhir ini.

Baik, peristiwa puluhan orang meninggal di pabrik mercon, serangan teroris yang mengakibatkan kematian, kematian akibat kelaparan di beberapa negara di dunia, kematian orang akibat mengkonsumsi narkotika, dan berbagai kematian lain yang seringkali manusia tidak siap menghadapinya.

'Ada sebagian orang menganggap kematian sebagai suatu realita yang menakutkan. Kematian bisa datang tiba-tiba tanpa diprediksi lebih dahulu. Berbagai upaya dilakukan oleh manusia untuk mencegah kematian, seperti ketika seseorang sakit, mereka berupaya keras untuk melakukan pengobatan agar bisa sembuh dan terhindar dari kematian," kata Slamet.

Kematian Yesus sendiri, ungkapnya, dimuliakan karena ketaatannya. Yesus mati karena kuasa atas kehidupan manusia. "Yesus mengajari kita untuk apa kita mati. Yesus mengajari kita untuk selalu setia kepadaNya hingga mati. Harta dan jabatan yang tinggi itu akan kita tanggalkan ketika kita mati," kata Slamet Waluyo.

Baca juga:
Frans Dwi, sosok penerjemah bahasa isyarat di Gereja Katedral
Melihat khidmatnya ritual jalan salib di Aceh
Jumat Agung di Purbalingga sekaligus doakan Pilkada & Pilpres berlangsung damai
Ketatnya penjagaan Gereja Katedral
Toleransi di Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal
Tangis jemaah saat saksikan prosesi jalan salib di Gereja Katedral

(mdk/rzk)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.