Pertumbuhan Ekonomi Kota Bogor di Atas Nasional, Bima Arya: Pariwisata Modal Utama
Wali Kota Bogor Bima Arya memaparkan pertumbuhan ekonomi di Kota Bogor menyentuh 5,65 persen. Angka ini di atas rata-rata nasional yang hanya 5,31 persen dan Jawa Barat 5,45 persen.
Wali Kota Bogor Bima Arya memaparkan pertumbuhan ekonomi di Kota Bogor menyentuh 5,65 persen. Angka ini di atas rata-rata nasional yang hanya 5,31 persen dan Jawa Barat 5,45 persen.
Menurut Bima, ini merupakan kesuksesan dari pengendalian inflasi, investasi dan pengembangan potensi ekonomi yang salah satunya dilakukan Kamar Dagang dan Industri (Kadin).
"Apresiasi saya bagi Pak Gubernur, Bank Indonesia dan tentunya Kadin, bisa mengendalikan inflasi serta menjemput peluang-peluang ekonomi," kata Bima Arya, Kamis (9/3).
Suksesnya pengendalian inflasi tidak lepas dari peran kepala daerah yang didorong menjadi garda terdepan dalam pengawasan dan pengendalian serta kestabilan harga-harga, suplai bahan-bahan pokok dan sebagainya. "Untuk investasi, Jawa Barat menjadi provinsi terbaik di Indonesia," sebut Bima Arya.
Berdasarkan data dan angka, ada beberapa hal yang memberikan sumbangan pada pertumbuhan ekonomi Kota Bogor, di antaranya pertumbuhan penumpang kereta (commuterline) dari di bawah 5 persen menjadi 30 persen (2022). Selain itu, orang-orang dari Sukabumi dan Jabodetabek yang datang, belanja dan kulineran di Kota Bogor.
Hal ini sinkron dengan data pertumbuhan restoran, kafe, warung yang naik sebesar 300 persen selama dua tahun terakhir. Awalnya kurang dari 1 persen menjadi 12 persen, kuliner naik menjadi 12 persen.
"Ini berarti jasa dan pariwisata menjadi modal utama Kota Bogor," katanya.
Untuk itu sambung Bima Arya, jika Kadin ingin bersinergi dan berinovasi, maka bisa fokus pada jasa pariwisata.
"Yang membedakan Kota Bogor adalah ibarat Vatikan dan Roma, ceplok telur, kuningnya 1 juta dan putihnya 5 juta. Kota Bogor menjadi bagian dari megapolitan terbesar di dunia," katanya.
"Ketika kota lain sibuk memikirkan bagaimana mengundang orang untuk datang, persoalan Kota Bogor adalah bagaimana membuat orang-orang itu nyaman dan ini logika sederhana kenapa Kota Bogor sangat fokus untuk membangun infrastruktur yang ramah bagi pejalan kaki dan transportasi yang mudah dan sebagainya untuk menunjang kota pariwisata dan jasa," lanjut Bima.
Dalam 10 bulan ke depan, Bima Arya bersama jajaran Pemkot Bogor bakal untuk berpacu bak kuda untuk berlari lebih cepat secara maksimal jelang titik finish, menata titik-titik di Kota Bogor, di antaranya transformasi kawasan Suryakencana, revitalisasi pasar dan sebagainya.
Ia mengundang Kadin Kota Bogor untuk menjadi tuan rumah di kota sendiri melalui kolaborasi memaksimalkan titik-titik potensial.
Sebelumnya, Ketua Kadin Jawa Barat Cucu Sutara menyampaikan Kadin merupakan mitra strategis di bidang perekonomian bagi pemerintah daerah maupun pusat. Hal tersebut sesuai amanat undang-undang dan harapan Presiden Jokowi agar Kadin terus menerus mampu memberikan kontribusi besar.
Ke depan, Kadin diharapkan mampu melahirkan pengusaha-pengusaha baru, karena UMKM memiliki kontribusi besar bagi bangsa Indonesia bukan pengusaha besar.
"Sakitnya Pak Wali Kota adalah sakitnya Kadin di bidang perekonomian, kita tidak bisa sendiri tetapi harus bahu membahu membangun Kota Bogor yang lebih baik. Masih banyak perekonomian yang harus dihadapi dan diselesaikan bersama, harus kita bantu, beri kontribusi. Jangan berpikir apa yang bisa diberikan Pemkot Bogor kepada kita, tetapi apa yang bisa Kadin berikan kepada Kota Bogor," katanya.
Sementara, Ketua Kadin Kota Bogor Almer Faiq Rusdi menyampaikan apresiasi atas kerja keras Wali Kota Bogor Bima Arya dan jajaran Pemkot Bogor atas peningkatan capaian PAD Kota Bogor tahun 2021 dan 2022. Rincian realisasinya sebesar Rp1,075 triliun 2021 dan Rp1,147 triliun 2022
Untuk tahun 2023, Kadin Kota Bogor akan menargetkan untuk fokus pada pengembangan UMKM sejalan dengan gagasan yang diluncurkan Presiden Joko Widodo yaitu program UMKM naik kelas pada Oktober 2022.
Untuk itu ia mengajak seluruh pihak terlibat dan bersinergi dalam pemberdayaan UMKM sehingga dapat berkembang serta bersaing dengan yang lebih besar.
"UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah dan nasional, melalui penciptaan lapangan tenaga kerja menjadi kontribusi signifikan di samping meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah," kata Almer.
(mdk/yan)