Pernyataan Jessica ini berbeda dengan keterangan saksi dan polisi
Penetapan tersangka Jessica melalui proses panjang.
Jessica Kumolo Wongso akhirnya ditetapkan sebagai tersangka terkait tewasnya Wayan Mirna Salihin usai meminum es kopi Vietnam di Olivier Cafe, Grand Indonesia, Jakarta yang diketahui terdapat bahan kimia sianida di dalamnya. Dalam sebuah kesempatan, Jessica menyampaikan tidak hanya Mirna yang meminum kopi dipesannya. Hani, rekan keduanya, disebut juga ikut mencicipi kopi milik Mirna. Atas dasar itu, Sisca meyakini kopi diminum Mirna tidak bermasalah. Sebab, bila ada racun maka hal serupa juga dialami Hani. Jessica Kumolo Wongso teman dekat Wayan Mirna Salihin yang tewas diracun saat meminum es kopi Vietnam mengaku kenal dekat dengan keluarga Mirna. Jessica Kumolo Wongso mengaku mendapat perlakuan kasar dari penyidik terkait penanganan kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin yang tewas diracun saat meminum es kopi Vietnam. Hal itu diungkapkannya saat mendatangi Komnas HAM. Polda Metro Jaya meminta keterangan SR yang tak lain merupakan pembantu Jessica Kumolo Wongso. Pemeriksaan SR dilakukan terkait misteri celana jeans milik Jessica. Setelah menetapkan Jessica Kumala Wongso sebagai tersangka terkait kematian Wayan Mirna Salihin, penyidik akan mengonfrontir keterangannya, saat masih berstatus saksi dan setelah berstatus tersangka. Saat masih berstatus saksi, keterangan Jessica kerap inkonsisten.
Penetapan tersangka Jessica melalui proses panjang. Polisi memeriksa sejumlah saksi termasuk meminta keterangan Jessica yang juga merupakan teman dekat dari Mirna.
Jessica pun dalam berbagai kesempatan mengeluarkan banyak komentar mengenai kasus tersebut, bahkan hingga live di salah satu TV swasta. Akan tetapi, sejumlah pernyataan Jessica berbeda dengan keterangan saksi maupun polisi.
Berikut hasil rangkuman merdeka.com, Minggu (31/1):Jessica sebut Hani ikut minum kopi Mirna
"Itu Mirna sudah minum terus bilang kok enggak enak, kemudian diciumkan ke Jessica dan Hani. Mirna mencicipi kopi seteguk dan Hani seteguk. Mereka kan sudah pesan minum sendiri-sendiri. Yang nyoba itu Hani. Kalau Mirna tewas, Hani enggak, kopinya kan sama. Satu gelas itu dicicipi. Berarti kan kopinya enggak mengandung apa-apa" ungkap Jessica.
Apa yang disampaikan Jessica berbeda dengan keterangan polisi. Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Mukti menyebut Hani hanya menyicipi kopi Mirna bukan diminum apa yang dibilang oleh Jessica.
"Saya pastikan Hani itu nyicip (kopi Mirna), itu bukan disedot ya. Kalau diseruput ya mati, itu dijilat, kemudian dilepeh lagi. Bukan ditelen dong. Kalau telen ya mati. Yang telen cuma Mirna. Tulis tuh, Hani enggak nyicip, cuma jilat," jawabnya.Sebut kenal dekat dengan keluarga Mirna
Kepada kuasa hukumnya Yudi Wibisono. Jessica mengungkapkan mengenal baik keluarga Mirna lantaran keduanya pernah menempuh pendidikan di universitas yang sama saat di Australia.
"Iya benar, Jessica kenal ibu dan saudara kembar Mirna serta adiknya," ujar Yudi
Jessica mengakui jika dirinya tidak pernah bertemu dengan Darmawan. "Namun ia kenal dengan ayahnya baru pertama kali di rumah sakit, kan selalu sibuk kerja," tambahnya.
Namun, apa yang disampaikan berbeda dengan keterangan ayah mendiang Mirna, Darmawan Salihin. Dengan tegas dirinya menjawab tak mengenal sosok Jessica. "Bohong! Saya baru lihat dia di rumah sakit waktu Mirna sudah nggak ada," tegas Darmawan.
Kini, Jessica telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu. Ia ditangkap tim Polda Metro Jaya saat menginap di Hotel Neo Mangga Dua Square, Jakarta Utara.Mengaku dilakukan tidak adil
"Ketika dia mau diambil polisi, dia (Jessica) diperlakukan kasar. Sabtu ia dibawa oleh polisi tanpa seragam dan surat. Itu yang buat dia ketakutan. Besoknya juga begitu. Bahkan dengan kata-kata kasar yang dilontarkan oleh polisi lewat telepon kepada keluarganya," cerita anggota Komnas HAM, Siane Indriani kepada merdeka.com.
Bahkan katanya, surat penangkapan Jessica baru dibuat di dalam mobil saat Jessica dibawa polisi pada malam hari. Ia merasa tidak diperlakukan adil oleh polisi, kini semua tetangga ikut mengira bahwa Jessica tersangka dalam kematian Mirna. Keluarga pun ikut dibuat syok karena itu.
"Permintaan Jessica dan keluarga, dipantau agar Jessica bisa diperlakukan adil dan memberitahukan kepada media untuk tidak mengekspos dirinya secara berlebihan," kata Siane.
Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Muhammad Iqbal menanyakan tegas siapa yang melakukan hal 'kasar' tersebut. "Siapa? Kalau ada yang (kasar) laporkan, belum tentu polisi juga. Dia tahu dari mana? Sebutkan namanya, orangnya, pangkatnya," kata Iqbal.
Iqbal mengharapkan kiranya Jessica bisa jelas betul menyampaikan siapa yang memperlakukan tak pantas seperti yang ia adukan ke Komnas HAM. "Kan belum tentu polisi juga. Kan banyak yang ngaku-ngaku polisi juga. Kalau benar polisi, dia melanggar disiplin. Tapi faktanya, saya ragu kalau itu polisi. Masa polisi gitu. Tidak pernah penyidik melakukan intervensi begitu. Kita ini kan pembuktian bukan memaksa orang mengaku," tambahnya.
Meski demikian, dia menilai aduan Jessica ke Komnas HAM sah-sah saja. Sebab semua warga Indonesia berhak menyampaikan apa yang menurutnya tak sesuai dengan aturan yang berlaku. "Sah-sah saja seorang warga negara menyampaikan bahwa ada perlakuan menurut dia tidak benar atau tidak sesuai oleh polisi. Kita akan jawab yang mana substansi yang keberatan itu. Gitu aja," tutupnya.Misteri celana jeans
Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti mengatakan, SR saat itu diamankan di salah satu ruangan. "SR kini kami amankan di ruang steril. Pengamanan karena keterangannya sangat signifikan," kata Krishna.
Meski demikian, Krishna tak menjelaskan lebih rinci di mana ruang steril itu berada. Dirinya hanya mengungkapkan SR diamankan terkait kesaksian majikannya yang dianggap kurang meyakinkan.
"Pemeriksaan SR untuk mendalami alibi Jessica," ucapnya.
Selain itu, lanjut Krishna, pengamanan juga bertujuan agar SR tak sulit dimintai keterangan dalam persidangan nantinya. "Dengan harapan nanti kalau sidang mau dimintai keterangan, enggak susah nyarinya," tutup Krishna.
Pengacara Jessica mengatakan, celana tersebut sudah dibuang. "Celana itu robek dan ada di tangga, lalu pembantunya nanya 'non, ini dibuang ya kan sudah nggak bisa dijahit lagi'. Terus dia bilang 'ya terserah kamu'," kata Yudi Wibowo.Keterangan Jessica akan dicocokkan masih saksi & tersangka
"Salah satu yang krusial adalah keterangan saksi. Dalam hal ini saudara J pada saat diperiksa sebagai saksi, keterangannya tidak inkonsisten," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti mengatakan, di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (30/1).
Nantinya, lanjut Krishna, penyidik akan menyamakan, apakah keterangan teman kuliah korban tersebut masih sama atau berubah. Keterangan tersebut dibutuhkan untuk keperluan penyidikan.
"Itu keterangan yang ketika menjadi tersangka kami konfirmasi apakah keterangannya tetap sama saat menjadi saksi atau dia akan memberikan keterangan yang lain," ujarnya.
Krishna menjelaskan, saat menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, Jessica bisa membantah semua keterangannya selama menjadi saksi. "Dan nanti jadi tersangka, dia boleh mengingkari. Punya hak ingkar," jelasnya.