Permadi: Tidak Ada Jemput Paksa, Polisi Baik Hati Antarkan Saya
Ia mengaku diberikan 21 pertanyaan. "Yang penting kira-kira 15, karena yang 6 cuma sehat atau tidak dan lain sebaginya," tuturnya.
Politisi Partai Gerindra Permadi Satrio Wiwoho memenuhi panggilan penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. Permadi menegaskan ia tidak dijemput paksa melainkan, diantarkan polisi.
"Pertama saya ingin menjelaskan kesimpangsiuran di antara para wartawan, ada yang menyatakan saya diambil paksa, sebenarnya tidak, saya diundang jam 10.00, saya datang jam 10.15, tetapi karena saya stroke kurang bisa berjalan dengan baik, petugas baik hati menjemput saya dan karena saya tidak bisa berjalan jauh saya dijemput untuk ditaruh di pintu terdekat dengan pemeriksaan," kata Permadi kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Jumat (17/5).
"Jadi tidak ada jemput paksa, justru polisi baik hati dengan saya, menjemput dan mengantarkan saya," lanjutnya.
Ia mengaku diberikan 21 pertanyaan. "Yang penting kira-kira 15, karena yang 6 cuma sehat atau tidak dan lain sebaginya," tuturnya.
Permadi diperiksa sebagai saksi dalam kasus laporan terhadap Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen soal dugaan tindak pidana penyebaran berita palsu dan makar.
Sebelumnya, seorang warga bernama Jalaludin melaporkan Permadi ke Bareskrim pada Selasa, 7 Mei 2019 dengan tuduhan telah melakukan penyebaran berita bohong atau hoaks dan makar.
Laporan teregister dengan nomor LP/B/0442/V/2019/Bareskrim.
Dalam laporan, pelapor menyertakan Pasal 14 dan/atau 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 dan Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP dan/atau Pasal 163 bis juncto Pasal 107 KUHP.
Baca juga:
Jaksa Agung Tanggapi Pengakuan Pengancam Jokowi: Makanya Hati-Hati Bicara
Tulis Status soal People Power di Facebook, Honorer Dinsos Sulsel Diciduk
Jaksa Agung: Tidak Semua Makar Gunakan Senjata
Tak Kena Pasal Makar, Perekam Video Penggal Kepala Jokowi Dijerat UU ITE
Hampir 16 Jam Diperiksa, Kivlan Zen Dicecar 51 Pertanyaan Soal People Power