Perlukah Indonesia berganti nama jadi Nusantara?
Tercatat ada negara yang sudah dan berencana berganti nama.
Arkand Bodhana Zeshaprajna, pria yang belasan tahun mempelajari metafisika mengusulkan pergantian nama Indonesia jadi Nusantara. Pada 20 Juli 1948, badan semacam perwakilan rakyat Siam menyetujui pergantian nama dari Siam menjadi Muang Thai atau Thailand yang berarti Tanah Kebebasan dan berlaku setahun sesudahnya. Junta militer mengubah nama Burma menjadi Myanmar pada 1989. Junta juga mengubah nama ibu kota dari Rangoon menjadi Yangon. Pemerintah Sri Lanka memutuskan mengubah semua nama institusi negara dari Ceylon ke nama baru Sri Lanka pada 2010. Semua institusi termasuk bank tidak lagi boleh menggunakan nama Ceylon. Presiden Kazakhstan Nursultan Nazerbayev berniat mengganti nama negaranya Kazakhstan dengan nama baru yang menghilangkan tan. Dia mengusulkan nama baru seperto Kazakh Yeli atau Kazakhiya.
Seorang penulis AS Laksana mengaku sudah bertemu dengan Arkand beberapa kali. Bahkan Laksana juga sempat menuliskan pengalamannya tentang penjelasan ilmu metafisika sampai ide nama Nusantara dari Arkand sendiri.
Sulak, panggilan akrab AS Laksana mengatakan, Arkand menilai bahwa nama Republik Indonesia itu buruk. Dia membaca struktur nama Indonesia dari kode-kode yang muncul dan terbaca dari ilmu metafisika yang dia punya.
Arkand disebut Sulak melihat Indonesia dari struktur nama negara, dengan parameter dan variabel yang banyak sekali. Dan hanya dia yang bisa menjelaskan dan bisa menyimpulkan bagus apa buruknya suatu nama itu.
"Dia bilang nama itu energi, kalau parameter-parameternya jeblok akan menjadi energi buruk juga di dalamnya," kata Sulak saat dihubungi merdeka.com, Selasa (25/2).
Perlukah Indonesia berganti nama menjadi Nusantara. Berikut ini cerita negara-negara yang sudah dan ingin berganti nama seperti dirangkum merdeka.com:Siam ke Thailand
Negara ini juga dikenal dengan sebutan Rumah Rakyat Merdeka karena menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah Barat. Thailand dijadikan negara penyangga atau buffer state oleh Inggris dan Prancis.
Saat itu Inggris sedang menjajah Myanmar dan sementara Prancis menjajah negara Indochina lain Vietnam, Laos, dan Kamboja.Burma ke Myanmar
Perubahan itu diakui oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Begitu juga oleh Prancis dan Jepang. Namun, perubahan nama tidak diakui oleh Amerika Serikat dan Inggris.
Pergerakan demokrasi juga lebih memilih nama Burma daripada Myanmar. Mereka menganggap junta yang tidak dipilih secara demokratis tidak berhak mengubah nama negara.Ceylon ke Sri Lanka
Mengenai nama negara Ceylon sudah berganti menjadi Sri Lanka setelah merdeka pada 1948. Nama Ceylon lekat dengan kolonialisme Inggris sementara Sri Lanka lebih dekat dengan nama Tamil.Kazakhztan
Negara kaya minyak di Asia Tengah ini ingin menjaga jarak dari negara tetangganya sepert Uzbekistan, Kirgistan, Turkmenistan dan Tajikistan. Juga dengan negara yang lebih tidak stabil sama sama menggunakan akhiran tan yaitu Pakistan dan Afghanistan.