Perkuat pemetaan laut Tanah Air, TNI AL beli KRI Rigel dari Prancis
Kapal survei buatan Prancis ini diklaim tercanggih se-Asia.
KRI Rigel 993 berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, setelah berlayar dari Prancis pada 26 Maret lalu. Kapal survei yang diklaim tercanggih se-Asia ini melepas jangkarnya sekitar pukul 08.34 WIB.
Kedatangan alutsista baru TNI Angkatan Laut ini disambut oleh Kasal, Laksamana Ade Supandi dengan upacara kemiliteran. Tak hanya itu, awak kapal juga disuguhi oleh kesenian ondel-ondel khas Betawi.
Diketahui, kapal survei dan riset bawah laut itu dibuat di galangan kapal OCEA Les Sables d’Olonne, Prancis merupakan salah satu dari dua kapal yang dipesan untuk memperkuat jajaran Dinas Hidro-Oseanografi TNI-AL. Berdasarkan kontrak pengadaan kapal, proses perampungan kapal kedua diperkirakan akan selesai September 2015 mendatang.
KRI Rigel 933 itu terbuat dari aluminium dengan bobot 515 ton, dengan dimensi panjang 60,1 meter dan lebar 11,3 meter. Kapal BHO produksi OCEA ini merupakan kapal survei dan pemetaan yang canggih karena dilengkapi dengan peralatan survei hidro-oseanografi terbaru, yang dapat digunakan untuk pengumpulan data sampai dengan laut dalam (deep water).
Kapal ini juga dilengkapi dengan ROV (Remotely Operated Vehicle), robot bawah air yang dilengkapi kamera bawah air, sehingga dapat memberikan informasi visual kondisi di dalam laut. Dengan ROV ini, Rigel mampu mengambil contoh material dasar laut sebagai bahan penelitian, dengan kemampuan sampai kedalaman 1000 meter.
Sebelum hadirnya KRI Rigel 933, andalan Dinas Hidro-Oseanografi TNI AL adalah KRI Dewa Kembar 932 untuk misi pemetaan bawah laut. Nama Rigel sendiri adalah nama bintang paling terang dalam rasi bintang Orion yang di Indonesia di sebut Lintang Waluku.(mdk/efd)