LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Perjuangan Kakek Kusno, jalan mundur Malang-Mataram cuma modal spion

Kusno Hadi (67), rela jalan mundur dari Malang, Jawa Timur menuju Mataram, NTB demi mengingatkan anak-anak muda hidup sehat dan tidak doyan mabuk. Pria memiliki 12 anak serta 24 cucu ini mengaku memulai berjalan mundur dari depan Balai Kota Malang dan di lepas oleh Wali Kota Malang.

2016-09-26 14:53:33
Kesehatan
Advertisement

Kusno Hadi (67), rela jalan mundur dari Malang, Jawa Timur menuju Mataram, NTB demi mengingatkan anak-anak muda hidup sehat dan tidak doyan mabuk.

Pria memiliki 12 anak serta 24 cucu ini mengaku memulai berjalan mundur dari depan Balai Kota Malang dan di lepas oleh Wali Kota Malang. Dengan berbekal pakaian sederhana dalam satu tas gendong dan dua spion serta surat jalan dari kepala desa dan pihak kepolisian, Kusno Hadi mulai berjalan mundur dengan tujuan Bali dan finis di Mataram, NTB.

"Kalau bekal uang adalah sedikit. Tapi kadang-kadang ada saja yang ngasi saya uang di jalan. Tapi saya tidak pernah meminta," ujar Kusno Hadi saat ditemui di wilayah Bilukpoh, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Senin (26/9).

Menurut pria bekerja sebagai petani ini, motivasi berjalan mundur adalah karena biaya kesehatan itu sangat mahal. Karena itu dia bertekad untuk hidup sehat dengan giat berolahraga, termasuk berjalan mundur seperti saat ini.

"Yang terpenting, saya bisa mengingatkan anak-anak muda yang saya temui di jalan bahwa hidup sehat itu sangat penting. Ketimbang mereka mabuk-mabukan akan menyengsarakan dirinya sendiri," tuturnya.

Kusno mengaku mulai berjalan mundur dari Balai Kota Malang sejak 9 September lalu. Dia memperkirakan untuk sampai di Mataram, NTB membutuhkan waktu sampai 25 hari.

"Ini aksi saya berjalan mundur ke dua kalinya. Yang pertama routenya Malang-Jakarta. Waktu itu semua TV Nasional meliput kegiatan saya,” kisahnya sambil menunjukan rekaman berita aksinya di salah satu TV Nasional.

Dengan rajin berolah raga, dia mengaku badannya tetap bugar meskipun telah memiliki 6 orang anak perempuan dan 6 orang anak laki-laki serta memiliki 24 cucu. Meskipun keseharianya dia hanya makan nasi pecel.

"Tidak perlu makan yang mewah, saya cukup nasi pecel karena nasi pecel sangat murah. Tentunya dimbangi dengan olah raga,” katanya.

Advertisement

Baca juga:
Semangat kakek 70 tahun keliling dunia demi promosikan kungfu
Bayi ajaib 18 bulan ini hafal 26 jenis mata uang & 7 keajaiban dunia
Demi jaga kebersihan, wali kota di Italia jadi 'tukang sapu jalan'
Kisah heroik dua pemuda di China mendaki gunung tanpa kaki
Dari jalanan hingga ke bangku kuliah, kisah pengemis ini bikin haru
Usia 70-an, nenek-nenek ini masih lincah memandu sorak

(mdk/ang)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.