Perjuangan Gloria biar jadi WNI
Menpora menjadikan Gloria sebagai duta Kemenpora,
Kecintaan Gloria Natapradja Hamel (16) terhadap bangsa Indonesia terpaksa dipatahkan pemerintah. Mimpi sebagai bagian pengibar bendera terpaksa pupus di tengah jalan. Dia gagal mengikuti jejak ibunya menjadi Paskibraka tahun 1992 silam.
Masalah dwi kewarganegaraan membuatnya gagal dikukuhkan sebagai tim Pasukan Pengibar Bendera pusaka (Paskibraka) 2016 di Istana Merdeka. Rasa kecewa begitu besar dirasakannya. Padahal niatnya tulus untuk makin mencintai dan mengharumkan Indonesia.
"Berat sekali, karena mama adalah seorang paskibraka (tahun 1992) dia tahu betapa sakitnya tidak mengibarkan bendera," kata Gloria di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jakarta, Selasa (16/8).
Keturunan Indonesia-Prancis ini masih berat mengatakan langsung kepada kedua orang tuanya. Menurut dia, sang Ayah sebagai warga negara asing begitu khawatir dengan kondisinya sekarang.
"Ayah adalah sosok yang hanya memikirkan satu hal, yaitu kebahagiaan saya. Lalu dia itu sangat khawatir dengan saya mungkin karena psikisnya bagaimana. Tapi saya mencoba buat menenangkan dia kalau saya i'm fine," ungkapnya.
Terkait pembatalan ini, Gloria mengaku tidak mengetahui tentang syarat soal warga negara dalam formulir pendaftaran Paskibraka. Apalagi panitia pendaftaran kala itu tidak melakukan verifikasi ulang. Meski begitu, gadis remaja ini tidak mau menyalahkan pihak lain.
"Karena itu persyaratannya sudah lama banget, pendaftarannya waktu bulan Februari. Mungkin karena saya enggak tau (status kewarganegaraan), jadi ada salah di sayanya mungkin. Karena saya juga enggak tahu kejelasan warga negara saya," ujarnya.
Meski begitu dia tetap berusaha membuktikan bahwa dirinya merupakan warga negara Indonesia (WNI) dengan mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo. Surat tersebut memberikan penegasan bahwa dirinya adalah warga negara Indonesia.
"Saya ditakdirkan terlahir dari perkawinan antara ibu saya yang bernama Ira Natapradja (Warga Negara Indonesia) dengan ayah saya yang bernama Didier Hamel (Warga Negara Prancis)," tulis Gloria di Cibubur, Jawa Barat pada 13 Agustus 2016.
Perempuan berusia 16 tahun ini menjelaskan, sejak lahir sampai saat ini tinggal di Indonesia dan mengikuti pendidikan sejak TK, SMP dan SMA di Indonesia.
"Bahwa saya tidak pernah memiliki Kewarganegaraan Prancis karena darah dan napas saya untuk Indonesia tercinta," lanjutnya.
Gloria menjelaskan, berdasarkan Pasal 4 huruf D Undang-Undang No 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia menunjukkan dirinya adalah Warga Negara Indonesia.
"Serta sesuai dengan Pasal 21 UU No. 12 Tahun 2006, maka saya adalah warga negara Indonesia," tambahnya.
Dia mengharapkan, dengan adanya surat ini Presiden Jokowi dapat melihatnya sebagai warga negara Indonesia. Bahkan dalam surat ini Gloria berani bersumpah Indonesia adalah tumpah darahnya.
"Saya Warga Negara Indonesia dan memilih Kewarganegaraan Indonesia serta akan tetap menjadi Warga Negara Indonesia, karena Indonesia adalah tanah tumpah darah saya," tulisnya.
"Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan mengangkat sumpah atas kebenarannya," tutup Gloria.
Meski gagal menjadi anggota Paskibraka, perjuangan Gloria membuktikan WNI tak sia-sia.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi menunjuk Gloria sebagai Duta Kemenpora meski statusnya bukan warga negara Indonesia (WNI).
"Dia (Gloria) menginspirasi saya, mungkin secara psikis dia tertekan, saya sempat sedih. Kita berusaha sebaik mungkin, apapun keputusannya harus legowo. Pelajar Indonesia harus hebat, punya karakter, punya watak, dan menggapai cita cita setinggi langit," ungkap Imam di kantornya, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8).
Menurut Imam, nantinya Gloria ditugaskan sebagai pendamping tiap program yang dibuat Kemenpora. Pelbagai program itu mulai dari olahraga hingga soal kepemudaan.
"Ya tugas duta itu tadi akan mendampingi saya, mendampingi para deputi maupun program-program yang dilaksanakan Kemenpora ini, baik yang terkait kepelajaran, kepemudaan, keolahragaan. Agar mereka tidak semata-mata berlatih fisik, tapi juga berlatih mental," ujarnya.(mdk/cob)