LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Peringati May Day, dua kelompok buruh bentrok di Medan

Sejumlah orang diamankan polisi karena diduga sebagai provokator.

2016-05-01 16:51:50
Demo Buruh
Advertisement

Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2016 di Medan, Minggu (1/5), diwarnai bentrokan antara dua kelompok buruh. Sejumlah orang diamankan polisi karena diduga sebagai provokator.

Bentrok terjadi saat elemen buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Bersatu Menggugat (ABBM), yang didominasi massa Serikat Buruh Sosial Demokrat (SBSD), mendatangi Gelanggang Remaja, Jalan Sutomo Medan. Di lokasi itu buruh yang tergabung dalam Gabungan Serikat Buruh/Serikat Pekerja Indonesia (GAPBSI) Kota Medan menggelar peringatan May Day dengan acara hiburan.

Massa GAPBSI tidak terima dengan kedatangan Aliansi BBM yang disebutkan tidak diundang. Mereka merasa terganggu.

Sementara itu, massa ABBM menilai kegiatan di Gelanggang Remaja itu sebagai bentuk pengotak-kotakan kaum buruh. Sebab, kegiatan yang mendapat fasilitas dari pemerintah itu tidak mengundang seluruh elemen buruh.

"Kami di sini bukan untuk mengganggu. Kami ingin menyampaikan pesan, karena kami dengar pihak Pemkot Medan dan pejabat Pemprov Sumut juga akan hadir di sini. Jadi kami ingin menyampaikan seluruh tuntutan buruh kepada mereka," ucap Iqbal, salah seorang pimpinan aksi ABBM.

Dua kelompok buruh di Medan bentrok ©2016 merdeka.com/yan muhardiansyah

Dia mengakui kelompoknya memang tidak diundang dalam acara yang difasilitasi pemerintah itu. "Kalaupun diundang kami tak mau datang kalau hanya untuk joged. Untuk apa joged-joged kalau masih banyak buruh yang teraniaya," sambung Iqbal.

Adu mulut terjadi disusul aksi saling dorong terjadi antara dua kelompok buruh ini. Aparat kepolisian sempat melerai bentrok antara keduanya. Petugas memerintahkan agar ABBM membubarkan diri dengan alasan mereka tidak memiliki izin melakukan aksi di Gelanggang Remaja.

Massa ABBM tidak terima karena aksi mereka dibubarkan polisi. Lemparan air mineral dari arah massa GAPBSI yang mengenai Linda, salah seorang peserta dari ABBM, semakin memperkeruh suasana. Perempuan itu pingsan.

Untuk menghindari bentrokan berlanjut, pihak kepolisian yang dipimpin langsung Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto membubarkan massa Aliansi BBM. Namun, suasana tiba-tiba memanas kembali.

Sejumlah orang yang diduga sebagai provokator diamankan dan dibawa ke Mapolresta Medan. "Kami terpaksa mengamankan mereka agar bentrokan tidak meluas. Beberapa di antaranya diduga mahasiswa yang mengatasnamakan buruh," kata Mardiaz.

Sementara itu, massa GAPBSI tetap melanjutkan hiburan di Gelanggang Remaja. Arus lalu lintas di Jalan Sutomo yang sempat ditutup akhirnya kembali normal.

Advertisement
(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.