Peringatan Tsunami Berakhir, Warga Pandeglang Pilih Tidur di Bukit
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengakhiri peringatan dini potensi tsunami. Warga Rancapinang, Cimanggu, Kabupaten Pandeglang lebih memilih tetap mengungsi di bukit.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengakhiri peringatan dini potensi tsunami. Warga Rancapinang, Cimanggu, Kabupaten Pandeglang lebih memilih tetap mengungsi di bukit.
Para warga lebih memilih tinggal di saung perkebunan bahkan sampai ada yang memilih tidur ditanah dengan beralaskan tikar.
"Walaupun masih ada informasi dari BMKG bahwa peringatan dini tsunami telah berakhir masyarakat masih enggan balik ke tempat masing masing. Soalnya masih khawatir," kata salah satu warga Ahmad Kurtusi saat dikonfirmasi, Jumat (2/8).
Kurtusi mengatakan, warga baru akan kembali ke rumah masing-masing apabila kondisi sudah dipastikan aman. Saat ini masyarakat masih trauma pasca terjadi peristiwa tsunami selat sunda pada 22 Desember 2018.
"Belum di pastikan kapan balik lagi kang," ujarnya.
Sebelumnya BMKG mengeluarkan data sejumlah wilayah yang berada dalam status siaga dan waspada usai gempa M 7,4 di Banten. Namun pada pukul 21.35 peringatan tersebut dicabut, setelah memantau tinggi air selama dua jam.
Lokasi gempa tadi malam berada di 7.54 LS,104.58 BT (147 kilometer Barat Daya Sumur-Banten) dengan Kedalaman 10 kilometer. Gempa ini dirasakan cukup kuat hingga Bandung dan Jabodetabek.
Baca juga:
Gempa Banten, Puluhan Rumah Warga Pandeglang Ambruk
Presiden Jokowi Rasakan Gempa di Halim saat Menuju Istana
Mensos Terjunkan Tagana dan Siapkan Logistik untuk Korban Gempa Banten
Gempa Banten, Presiden Jokowi Minta TNI-Polri dan Mensos Bertindak Cepat
BMKG Mutakhirkan Data Gempa Banten jadi Bermagnitudo 6,9
Momen Warga Jakarta Lari Berhamburan Saat Terjadi Gempa