Peringatan PVMBG: Waspada Potensi Retakan Tanah dan Likuifaksi Pascagempa NTT
Dia mengimbau pada warga ketika menemukan retakan tanah pada bagian atas bukit yang berbentuk melingkar ke arah lembah untuk diwaspadai. "Karena dapat memicu terjadinya gerakan tanah yang dapat dipicu oleh curah hujan tinggi dan guncangan gempa bumi kuat," sambungnya.
Gempa magnitudo 7,4 mengguncang Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (15/12) kemarin. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat tetap mewaspadai dampak yang muncul usai gempa tersebut.
"Kejadian gempa bumi ini diperkirakan berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah, dan likuifaksi. Oleh karena itu agar penduduk mewaspadai dampak bahaya ikutan tersebut," tutur Kepala PVMBG Andiani saat konferensi pers, Rabu (15/12).
Dia mengimbau pada warga ketika menemukan retakan tanah pada bagian atas bukit yang berbentuk melingkar ke arah lembah untuk diwaspadai
"Karena dapat memicu terjadinya gerakan tanah yang dapat dipicu oleh curah hujan tinggi dan guncangan gempa bumi kuat," sambungnya.
Meski waspada, masyarakat juga diminta tetap tenang serta mengikuti arahan dan informasi dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Termasuk waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, juga jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa dan tsunami.
"Saat ini tim tanggap darurat bencana gempa bumi dan tsunami, pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi, telah disiapkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengamatan lapangan, kajian, dan analisis detail terkait kejadian gempa bumi longsor," tutup Andiani.
Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com