Perilaku terduga teroris Cirebon berubah sejak ikut pengajian tertutup
Perilaku terduga teroris Cirebon berubah sejak ikut pengajian tertutup. Polisi menduga IM memperoleh ajaran radikal dari pengajian tertutup itu.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto mengatakan, terduga teroris di Cirebon, IM (31), telah berbaiat kepada ISIS sejak setahun lalu. Belakangan sikapnya mulai dicurigai tetangganya dengan menutup diri dan mengikuti pengajian-pengajian tertutup.
"Dari penuturan tetangga, belakangan ini dia memang agak spesifik pengajiannya, tertutup dan eksklusif mungkin ini cikal-bakal radikal," ujar Rikwanto di restoran Es Teler 77, Jakarta Selatan, Rabu (20/9).
Menurut Rikwanto, polisi menduga IM memperoleh ajaran radikal dari pengajian tertutup itu. Sikap IM, kata Rikwanto, berubah berkat guru atau teman-teman dari pengajian yang diikutinya.
"Kita dalami mungkin dia dapat pemahaman baru dimungkinkan dari mana, oleh siapa," kata dia.
Diketahui, IM tergabung kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Polisi mendalami anggota-anggota JAD Jawa Barat yang terkait dengan IM. Serta bagaimana cara komunikasi IM, sampai merencanakan aksi teror itu.
Rikwanto juga mengisyaratkan ada pihak yang akan diamankan terkait aksi teror yang dilakukan ketika kedatangan Presiden Joko Widodo di Cirebon, pada Senin (18/9) lalu. "Dalam waktu dekat mudah-mudahan nanti diupayakan (penangkapan)," tandasnya.
Baca juga:
Terduga teroris di Cirebon berniat terbang ke Marawi usai beraksi
Teror di Cirebon, Densus 88 geledah rumah IM di Majalengka
Kapolda Jabar pastikan teroris di Cirebon incar polisi dan senjatanya
Terduga teroris di Cirebon terlibat peledakan mobil tvOne di Bandung
Kapolda Sumut: Ada 8 titik wilayah rawan potensi radikal
Anggota DPR asal Majalengka ini sebut daerahnya darurat teroris
Polda sebut teroris di Sumatera Utara makin terorganisir