Perguruan Tinggi Muhammadiyah Dukung IKN Nusantara
Rektor Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Bambang Setiadji mengatakan, sebagian besar rektor kagum melihat lokasi IKN. Ini akan menjadi bukti bahwa pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak hanya tersentral di Pulau Jawa.
Perguruan Tinggi Muhammadiyah mendukung rencana pemerintah melakukan pemindahan ibu kota ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Bahkan, 41 rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah, dipimpin Prof Chairil Anwar melakukan kunjungan ke titik nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Bambang Setiadji mengatakan, sebagian besar rektor kagum melihat lokasi IKN. Ini akan menjadi bukti bahwa pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak hanya tersentral di Pulau Jawa.
"Ini rencana jangka pendek mungkin mengganggu APBN tetapi jangka panjang sangat penting. Masalah dasar kita adalah ketimpangan. Salah satunya Jawa dan luar Jawa. Jakarta dan luar Jakarta. 60 persen uang berputar di Jakarta," katanya saat dihubungi, Selasa (8/2).
Dia mengharapkan, nantinya akan ada lima atau enam kementerian yang tidak pindah ke IKN Nusantara, tetapi ke Papua. Tujuannya untuk dapat membangun Papua dan Indonesia Timur.
Selain itu, Bambang mengingatkan, pembangunan IKN sebaiknya tetap melibatkan warga asli Kalimantan Timur. Sehingga pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) lokal dapat optimal.
"Libatkan orang lokal. Jangan terulang orang Betawi di Jakarta. Ini yang ditakutkan. Perguruan tinggi Muhammadiyah siap berkontribusi dari SDM dan siap juga pindah ke IKN," tutupnya.
Baca juga:
KSP: Pemindahan IKN Wujud Keseriusan Indonesia Menghadapi Pemanasan Global
Istana Tegaskan Belum Ada Rencana Jokowi Berkemah di Titik Nol IKN
Jokowi akan Berkemah di Ibu Kota Negara Nusantara
Muncul Petisi Penolakan Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan, Ini Respons Pemerintah
Luhut: Putra Mahkota Abu Dhabi Siap Bantu Sekian Miliar Dolar untuk IKN
Gus Yahya: NU Ingin Jadi Bagian Pembangunan Ibu Kota Negara di Kaltim