Pergantian tahun baru, polisi gelar operasi yustisi cegah teroris
Polda Metro akan melakukan operasi yustisi di rumah kos dan apartemen untuk mengecek KTP.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian mengatakan, jelang Hari Raya Natal dan pergantian Tahun Baru banyak potensi kerawanan kejahatan, salah satunya ancaman teroris. Namun pihak kepolisian mengaku sudah mempersiapkan diri untuk mengantisipasi ancaman tersebut.
"Kami mewaspadai ancaman teroris. Karena beberapa waktu lalu ada rencana aksi terorisme. Tapi kita antisipasi kelompoknya," ujar Tito di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (18/12).
Selain itu, Polda Metro akan melakukan operasi yustisi di rumah kos dan apartemen untuk mengecek kartu tanda penduduk (KTP). Hal itu untuk mewaspadai ancaman teroris.
"Kami lakukan operasi yustisi, terutama pendatang tidak jelas, mungkin teroris dan lainnya. Sasaran kita yakni rumah kos, apartemen dan flat yang tidak jelas kita periksa, termasuk tempat publik yang tidak jelas," paparnya.
Pada operasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat juga akan ditingkatkan keamanannya menjelang perayaan Natal dan pergantian Tahun Baru.
"Kami juga mengantisipasi kejahatan konvensional seperti pencurian, curanmor, jambret, copet. Kemudian kerawanan tawuran antar kampung, balap liar. Kemudian ada ancaman yang ringan seperti anak hilang, banjir yang akan membuat genangan dan menambah kemacetan," ujar Jenderal bintang dua ini.
Baca juga:
Malam Natal dan Tahun baru, polisi di Bandung waspadai terorisme
Pepesan kosong aliansi bikinan Saudi
Palestina pesimis koalisi militer ala Saudi efektif melawan ISIS
Beberapa negara muslim kaget diklaim gabung koalisi militer Saudi
Pengacara geram media asing masih kaitkan Baasyir dengan terorisme