LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Perawat Setnov takut, dokter ini bilang 'tenang, bilang saja Kombes Bimanesh'

Perawat Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Indri Astuti mengaku takut saat merawat Setya Novanto lantaran mengetahui sosok tersebut tengah tersandung hukum di KPK. Di tengah rasa ketakutannya itu, Indri mengatakan Bimanesh Sutarjo siap pasang badan.

2018-04-02 13:54:29
Korupsi E-KTP
Advertisement

Perawat Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Indri Astuti mengaku takut saat merawat Setya Novanto lantaran mengetahui sosok tersebut tengah tersandung hukum di KPK. Di tengah rasa ketakutannya itu, Indri mengatakan Bimanesh Sutarjo siap pasang badan.

"Kamu takut ya? Kata Dokter Bima. Kebetulan kita memang sudah akrab. Saya bilang, iya dok. Terus Dokter Bima bilang, 'sudah tenang nanti bilang saja Kombes Pol Bimanesh'," ujar Indri memberikan kesaksian di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (2/4).

Meski dengan rasa khawatir, Indri tetap merawat Novanto dengan hitungan lembur. Dia menjelaskan, sejatinya, dia akan pulang ke rumah karena jam kerja telah habis dikarenakan hujan dan tak kunjung dijemput sang anak.

Advertisement

Saat itu pula, Dokter Alia menawarkan dirinya untuk merawat pasien Dokter Bimanesh Sutarjo kompensasinya ia mendapat uang lembur. Kebetulan, imbuhnya, besok merupakan hari liburnya.

"Iya saya dibayar sama ibu Merry Pakpahan Rp 800 ribu," ujar Indri.

Diketahui, 14 November 2017 Setya Novanto akan diperiksa oleh di KPK namun tidak hadir. Kemudian pada Kamis, 16 November 2017, pukul 21.00 WIB tim KPK mendatangi rumah Novanto di Jalan Wijaya, Kebayoran baru dan menggeledah dan membawa surat perintah penangkapan.

Advertisement

Namun Novanto tidak ada di tempat, pencarian pun dilakukan hingga 02.50 WIB namun tetap nihil. Pagi harinya, KPK imbau Novanto menyerahkan diri. Di hari itu juga KPK menerbitkan DPO, dan menyurati Polri melalui Interpol.

Malam harinya, usai KPK menerbitkan DPO, Novanto diketahui mengalami kecelakaan tunggal dan dilarikan ke RSMPH. Tim KPK bergerak ke rumah sakit tersebut namun tidak dapat menemui dokter jaga dan Novanto. KPK menduga ada upaya menghindari penyidikan yang dilakukan oleh kuasa hukum Novanto saat itu, Fredrich Yunadi. Sementara Bimanesh, diduga turut serta dalam upaya Novanto menghindari proses penyidikan.

Sempat mengalami kendala, KPK berhasil menemui Novanto dan melakukan pemeriksaan. Hasilnya, Novanto dinilai cakap menjalani pemeriksaan dan menyatakan ada upaya merintangi penyidikan oleh Fredrich Yunadi, selaku kuasa hukum Novanto saat itu, dan Bimanesh Sutarjo selaku dokter yang merawat Novanto.

Keduanya pun saat ini didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca juga:
Perawat ini beberkan deretan sikap aneh Bimanesh dan Novanto
Perawat RS Medika Permata Hijau sempat kesal dibentak Setnov minta segera diperban
Penyalur uang proyek e-KTP ke Setnov didakwa memperkaya perusahaan Rp 79 miliar
Ekspresi Fredrich saat jalani sidang lanjutan
Terbaru, 4 hal tak terduga Setya Novanto terungkap di pengadilan
Disebut pingsan, Setnov terlihat betulkan selimut saat di RS usai kecelakaan

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.