Perasaan Paskibraka saat bawa bendera pusaka di hadapan presiden
Pembawa baki dipilih hanya selang beberapa jam sebelum upacara bendera dimulai.
Nilam Sukma Pawening menjadi gadis paling beruntung pada perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-71 di Istana Negara, 17 Agusutus kemarin. Nilam Paskibraka yang dipilih bertugas sebagai pembawa baki bendera pusaka untuk dikibarkan di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla (JK).
Nilam adalah Paskibraka perwakilan Provinsi Jawa Barat. Dia senang bisa mendapat kesempatan menjadi pembawa baki yang menjadi impian setiap Paskibra.
"Alhamdulillah, karena sudah dapat kesempatan, karena di sini mewakili provinsi, enggak cuma saya saja yang mau, pasti orang lain juga mau, jadi Alhamdulillah banget sudah dapat kesempatan ke sini, atas doa orangtua juga," kata Nilam usai bertugas mengibarkan bendera pusaka di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/8) kemarin.
Nilam mengungkap betapa campur aduknya suasana hati saat dipilih jadi pembawa baki. Apalagi, pemilihan baru terjadi selang beberapa jam sebelum pengibaran bendera dimulai. Ada rasa takut, proses pengibaran tidak berjalan dengan lancar sesuai harapan.
"Lumayan deg-degan, cuma kalau misalnya terbawa arus, aku deg-degan, nanti malah aku berantakan. Jadinya harus tenang, konsentrasi," jelas dara cantik ini.
Nilam mengaku tak punya keyakinan tinggi dirinya bakal ditunjuk sebagai pembawa baki. Menurut dia, baru Pukul 07.00 WIB ditunjuk sebagai pembawa baki.
"Jam 7 setelah dikasih tahu jam 7 ya harus siap, enggak ada latihan lagi, harus siap tampil. Perempuan semua pernah bawa baki, harus siap ditunjuk atau tidak," jelas wanita yang sehari-harinya memang menjadi Paskibra dan voli di sekolah ini.(mdk/rnd)