Perangi hakim nakal, ketua PN Bandung baru intensifkan pengajian
Nurhakim janji kasus Hakim Setyabudi tak terulang lagi. Dia siap menindak semua pihak yang terlibat kasus korupsi.
Beberapa waktu lalu, lembaga kehakiman di Bandung sempat tercoreng oleh ulah nakal Setyabudi Tejocahyono. Dia terbukti menerima suap dalam penanganan perkara Bansos Kota Bandung. Ironisnya Setyabudi merupakan Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bandung, saat dicokok KPK.
Sebagai Ketua PN Bandung baru, Nurhakim, berjanji tak akan tebang pilih membasmi para koruptor. Termasuk perkara yang tengah ditanganinya yakni suap hakim dalam kasus Bansos Kota Bandung di mana Setyabudi kini telah menjadi terdakwa bersama Toto Hutagalung, Herry Nurhayat, dan Asep Triana.
Nurhakim sudah menyiapkan berbagai terobosan untuk mencegah kasus Hakim Setyabudi terulang. Salah satu caranya, dengan mengintensifkan pengajian bagi para hakim dan pegawai.
"Kita juga akan adakan pengajian untuk pegawai PN Bandung untuk tingkatkan ketakwaan, karena kerja harus takwa dan ikhlas," terang Nurhakim usai dilantik di PN Bandung, Jumat (14/11).
Selain itu, Nurhakim juga meningkatkan konsolidasi dengan para hakim dan pendidikan moral. "Itu akan kita lakukan satu bulan sekali," jelasnya.
Terkait Hakim Setyabudi yang kini disidangkan, dia berharap kasus tersebut dijadikan pembelajaran bersama. "Jadi apa yang terjadi masa lalu merupakan pembelajaran, kita bisa mawas dan ke depannya kita bisa kerja lebih baik lagi," ungkapnya.
Menurutnya, hakim sejatinya bersifat transparan di mana putusan pengadilan harus memberikan rasa keadilan, dan menjadi cambuk bagi terdakwa. "Ke depan kita harus menegakkan keadilan terutama integritas moral," tandasnya.
Nurhakim sebelumnya merupakan Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Hari ini, dia resmi dilantik menggantikan ketua terdahulu, Singgih Budi Prakoso, yang dipromosikan menjadi hakim tinggi di Pengadilan Tinggi (PT) Makasar.
Dalam pelantikan yang dilakukan di ruang I PN Bandung hadir Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.(mdk/lia)